Di sektor putri, Ni Ketut Maharani juga menunjukkan daya juang tinggi. Ia berhasil melaju hingga babak semifinal setelah mengalahkan wakil Thailand dalam pertandingan ketat di perempat final dengan skor 3-2, sebelum akhirnya mengamankan medali perunggu.
Yon juga menambahkan bahwa sinergi antar pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga tren positif ini.
“Kami melihat ada semangat baru dalam ekosistem tenis meja nasional. Jika seluruh pihak dapat terus berjalan dalam satu arah yang sama, saya optimistis prestasi tenis meja Indonesia akan semakin meningkat ke depan,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menilai capaian ini sebagai sinyal kuat kebangkitan tenis meja Indonesia setelah sempat menghadapi berbagai tantangan dalam satu dekade terakhir.
“Kabar baik datang dari cabang tenis meja. Setelah sempat menghadapi berbagai tantangan, tenis meja berhasil meraih medali perak dan perunggu di SEA Games Thailand 2025. Bahkan, Naufal yang meraih perunggu kembali meraih emas di ajang SEA Youth di Singapura. Ini menjadi sinyal positif kebangkitan tenis meja Indonesia,” ujar Raja Sapta Oktohari.
Menurut Okto, kebangkitan ini tidak terlepas dari upaya perbaikan tata kelola organisasi yang kini mulai berjalan ke arah yang lebih baik.
“Harapannya, tidak hanya prestasi yang meningkat, tetapi juga tata kelola organisasi semakin baik. Kita perlu meninggalkan isu dualisme dan fokus pada satu tujuan bersama, yaitu mengantarkan prestasi terbaik Indonesia di panggung dunia,” tegasnya.
Capaian di Singapura ini menjadi fondasi penting bagi regenerasi atlet tenis meja Indonesia. Di tengah semakin ketatnya persaingan di kawasan Asia Tenggara, hasil ini menunjukkan bahwa Indonesia mulai kembali menemukan arah pembinaan yang tepat.
Jika konsistensi pembinaan dan soliditas organisasi terus dijaga, bukan tidak mungkin tenis meja Indonesia akan kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan, tidak hanya di Asia Tenggara, tetapi juga di level Asia hingga dunia.


