Mentan Amran Kumpulkan 170 Bupati, Targetkan Indonesia Jadi Raksasa Pangan Dunia 2027

0 Shares

Holopis.com, JakartaMenteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kumpulkan 170 bupati, dorong percepatan pertanian demi wujudkan Indonesia sebagai raksasa pangan dunia 2027.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumpulkan sekitar 170 bupati dari seluruh Indonesia dalam forum besar di Jakarta, Senin (20/4/2026).

- Advertisement -

Pertemuan strategis ini menjadi salah satu langkah percepatan pemerintah untuk memperkuat sektor pertanian nasional sekaligus menargetkan Indonesia menjadi raksasa pangan dunia pada 2027.

Dalam forum yang berlangsung hangat namun penuh tekanan target tersebut, Amran menegaskan pembangunan pangan tidak bisa lagi berjalan biasa-biasa saja.

- Advertisement -

Ia meminta seluruh kepala daerah turun langsung dan memastikan program pertanian benar-benar dieksekusi di lapangan, bukan hanya berhenti di tataran perencanaan.

“Kurang lebih 170 bupati se-Indonesia hadir, tidak diwakili. Ini penting karena kita ingin komitmen langsung dari daerah,” tegas Amran.

Menurutnya, keberhasilan sektor pangan sangat ditentukan oleh sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Tanpa dukungan aktif dari kepala daerah, berbagai program besar yang sudah disiapkan akan sulit mencapai target maksimal.

Gelontoran Program Besar

Dalam kesempatan itu, Kementerian Pertanian juga memaparkan sejumlah program besar yang tengah berjalan.

Salah satunya adalah bantuan senilai Rp9,95 triliun dalam bentuk hibah tanaman dan pupuk organik gratis untuk petani di berbagai wilayah Indonesia.

Komoditas yang menjadi prioritas meliputi tebu, kopi, kakao, mete, pala, hingga kelapa.

Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 870 ribu hektare lahan pertanian yang tersebar di seluruh provinsi.

Selain itu, pemerintah juga mempercepat program cetak sawah baru seluas 30 ribu hektare serta penguatan sistem irigasi melalui pompanisasi dan rehabilitasi jaringan air.

Total cakupan program ini mencapai sekitar 1,5 juta hektare lahan.

“Kalau digabungkan dengan program irigasi dan lainnya, total anggaran kita sekitar Rp12 triliun. Ini besar sekali dan harus tepat sasaran,” jelas Amran.

Ia menekankan bahwa distribusi bantuan tidak bisa dilakukan secara merata tanpa pertimbangan.

Ada dua faktor utama yang menjadi penilaian, yakni potensi wilayah dan komitmen kepala daerah dalam mengawal program.

“Yang pertama potensi wilayah, yang kedua respons bupati. Kalau tidak serius, program bisa tertunda dan manfaatnya tidak maksimal,” tambahnya.

Ketahanan Pangan

Di tengah ambisi besar tersebut, Amran juga memaparkan kondisi ketahanan pangan nasional yang saat ini berada dalam posisi kuat.

Ia menyebut cadangan beras pemerintah terus meningkat signifikan.

Dalam waktu dekat, cadangan beras nasional diproyeksikan mencapai 5 juta ton, yang disebut sebagai angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Selain itu, stok dari berbagai sektor seperti rumah tangga dan horeca juga memperkuat ketersediaan pangan nasional.

“Total ketersediaan kita sangat cukup, bahkan bisa mencapai 11 bulan ke depan,” ujarnya.

Ia menambahkan kondisi ini menjadi modal penting dalam menghadapi potensi gangguan iklim seperti El Nino yang diperkirakan masih bisa terjadi dalam beberapa periode ke depan.

Antisipasi Kekeringan

Untuk memperkuat ketahanan pangan, pemerintah juga menyiapkan sekitar 80 ribu unit pompa air yang akan didistribusikan ke daerah rawan kekeringan.

Program ini ditujukan untuk menjaga produktivitas lahan agar tetap bisa berproduksi meski dalam kondisi cuaca ekstrem.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan benih unggul tahan kekeringan yang memiliki masa tanam lebih pendek.

Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali panen dalam setahun.

“Dengan benih ini, kita dorong produktivitas petani meningkat tanpa menambah beban biaya besar,” kata Amran.

Kolaborasi Jadi Kunci

Amran juga menegaskan bahwa keberhasilan program besar ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah pusat.

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama, termasuk peran TNI, Polri, kejaksaan, hingga pemerintah daerah.

Ia menyebut bahwa peningkatan sektor pertanian dari 0,67 persen menjadi 5,7 persen merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak.

“Ini bukan kerja satu orang. Ini kolaborasi besar. Tanpa itu, tidak mungkin kita bisa sampai di titik ini,” tegasnya.

Menuju Raksasa Pangan Dunia

Dengan berbagai program yang telah disiapkan, pemerintah optimistis target Indonesia menjadi raksasa pangan dunia pada 2027 bukan sekadar slogan.

Apalagi dengan tren produksi yang terus meningkat, dukungan teknologi, serta penguatan infrastruktur pertanian di berbagai daerah.

Namun demikian, Amran kembali mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih besar.

Perubahan iklim, dinamika pasar global, hingga efisiensi distribusi menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diselesaikan.

Di akhir pertemuan, ia kembali menekankan pentingnya peran kepala daerah dalam memastikan seluruh program berjalan efektif di lapangan.

“Kalau semua bergerak, tidak ada yang tidak mungkin. Indonesia bisa jadi kekuatan pangan dunia,” pungkasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru