HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah resmi mengumumkan pembagian kloter jamaah haji Indonesia tahun 2026. Sebanyak 525 kelompok terbang (kloter) dijadwalkan mulai diberangkatkan pada 22 April 2026 dalam dua gelombang besar.
Pada gelombang pertama, jamaah akan diberangkatkan melalui rute Indonesia menuju Madinah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah. Sementara itu, gelombang kedua akan langsung menuju Jeddah, kemudian ke Makkah.
Pembagian ini dilakukan untuk memastikan kelancaran proses keberangkatan serta mengatur distribusi jamaah dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam operasional haji tahun ini, dua maskapai utama akan digunakan, yakni Garuda Indonesia dan Saudia Airlines. Garuda Indonesia dijadwalkan mengangkut sebanyak 277 kloter, sementara Saudia Airlines menangani 248 kloter.
Pembagian ini disesuaikan dengan kapasitas dan kesiapan masing-masing maskapai guna mendukung kelancaran transportasi jamaah.
Sebaran Kloter dari Seluruh Indonesia
Kloter jamaah tersebar dari berbagai embarkasi di Indonesia. Untuk wilayah Jawa, Solo menjadi embarkasi terbesar dengan 80 kloter, disusul Surabaya dengan 116 kloter dan Kertajati sebanyak 40 kloter.
Sementara di wilayah timur, Makassar melayani 43 kloter, dan Balikpapan sebanyak 16 kloter. Di wilayah barat, Medan mencatat 17 kloter, Batam 25 kloter, serta Aceh dan Padang masing-masing 14 kloter.
Distribusi ini menunjukkan pemerataan layanan haji bagi seluruh wilayah Indonesia.
Pemerintah memastikan bahwa seluruh persiapan keberangkatan haji berjalan dengan baik tanpa hambatan berarti.
“Sampai hari ini tidak ada kendala dalam persiapan, baik dari sisi Indonesia maupun pihak Arab Saudi. Keberangkatan pertama jamaah haji Indonesia akan dimulai pada 22 April 2026.”
Pernyataan tersebut menegaskan kesiapan Indonesia dalam menyelenggarakan ibadah haji tahun ini.
Dengan jumlah kloter yang besar dan pengaturan yang matang, diharapkan proses keberangkatan jamaah haji 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh peserta.
Rincian Pembagian Kloter Haji 2026 per Embarkasi
Sumatera & Sekitarnya
- Aceh: 14 kloter
- Medan (Sumut): 17 kloter
- Padang (Sumbar, Bengkulu): 14 kloter
- Batam (Kepri, Riau, Jambi, Kalbar): 25 kloter
- Palembang (Sumsel, Babel): 16 kloter
Jawa
- Jakarta (Pondok Gede – DKI & Banten): 33 kloter
- Jakarta (Pondok Gede – DKI & Lampung): 23 kloter
- Jakarta-Jabar: 28 kloter
- Kertajati (sebagian Jabar): 40 kloter
- Yogyakarta (DIY & sebagian Jateng): 26 kloter
- Solo (Jateng): 80 kloter
Kalimantan, Bali & Indonesia Timur
- Banjarmasin (Kalsel, Kalteng): 19 kloter
- Balikpapan (Kaltim, Sulteng, Sulut, Kaltara): 16 kloter
- Lombok (NTB): 15 kloter
- Makassar (Sulsel, Sultra, Maluku, Papua, dll): 43 kloter
- Surabaya (Jatim, Bali, NTT): 116 kloter



