Pengamat: Ulah Setkab Teddy Berpotensi Ganggu Pemerintah Presiden Prabowo

11 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tindakan Setkab Teddy Indra Wijaya selamat menjabat eselon II di Kementerian Sekretaris Negara berpotensi menggangu jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pengamat Politik Fernando eMas menilai, Setkab Teddy sudah terlalu melampaui tugasnya ketimbang institusi Badan Komunikasi Pemerintah dan Prasetyo Hadi sebagai atasannya di Kementerian Sekretaris Negara.

“Ini kan seharusnya selaku presiden, Pak Prabowo sudah menertibkan. Supaya apa? Supaya kesulitan di kabinetnya itu betul-betul bisa terjaga,” kata Fernando kepada Holopis.com, Kamis (16/4).

“Karena kalau sampai nanti ada overlapping, ini kan akhirnya dianggap ada upaya-upaya untuk mengganggu kinerja dari institusi yang ada di bawah pemerintahan Pak Prabowo, misalnya Kementerian ataupun Badan Komunikasi atau yang lain-lainnya,” sambungnya.

Direktur Rumah Politik Indonesia (RPI) itu mengingatkan Presiden Prabowo untuk tidak berlarut-larut dan mendiamkan Setkab Teddy yang terus menerus tampil ke publik mengambil peran institusi Bakom dan Menteri Sekretaris Negara.

“Ini kan akhirnya mengganggu kesulitan pemerintahnya Pak Prabowo. Dan akhirnya kan beliau yang rugi,” tukasnya.

- Advertisement -

Pada kondisi saat ini, Fernando juga menilai memang masih banyak para pembantu presiden yang tidak berjalan seirama dengan visi misi Prabowo Subianto.

“Jadi jangan sampai berharap ini dilakukan inisiatif dari para anggota kabinetnya ataupun siapapun pejabat-pejabat yang ada di bawah pemerintahannya. Ini kan yang harus sebenarnya dicermatin oleh Pak Prabowo sebagai Presiden,” terangnya.

Fernando menegaskan, meski Teddy sebagai orang yang terbilang dekat dalam lingkup Presiden Prabowo Subianto seharusnya tetap sadar akan batasan kewenangannya.

Terlebih, ketika apa yang dilakukan oleh seorang Teddy Indra Wijaya terkesan sudah melampaui institusi yang seharusnya menjadi corong pemerintahan secara sah.

Fernando kemudian menyayangkan ketika insitusi seperti Menteri Sekretaris Negara sampai dengan Badan Komunikasi Pemerintah yang terkesan kalah pamor dengan Teddy Indra Wijaya.

“Jadi beliau harus tahu lah, walaupun beliau orang yang paling dipercaya oleh Presiden seharusnya tahu kebatasan-batasan itu. Ada batasan-batasan terkait dengan kewenangan-kewenangan itu dan jangan sampai ada yang overlapping sehingga mengganggu stabilitas, mengganggu kesulitan dari Kabinet Pak Prabowo,” tegasnya.

Oleh karena itu, Fernando menyarankan agar Teddy Indra Wijaya berpikir dan lebih bisa menempatkan diri sebagai eselon 2 Kementerian Sekertaris Negara dan bukan malah menjatuhkan citra Kabinet Merah Putih.

“Jadi ketika beliau satu tujuan dengan Pak Prabowo untuk menjaga kesulitan pemerintahannya, kabinetnya, makanya seharusnya beliau lebih hati-hati lagi dalam bersikap berbicara, mengambil momen-momen di mana beliau harus berbicara atau tetap diam, atau apa-apa saja yang bisa disampaikan,” imbaunya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU