HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah menegaskan bahwa proses rekrutmen nasional untuk Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dilakukan secara adil dan transparan tanpa adanya jalur khusus atau titipan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satgas Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa tidak ada celah bagi praktik “orang dalam” dalam proses seleksi ini.
“Jadi tidak ada jalur khusus, tidak ada titipan, tidak ada pihak yang menjamin kelulusan,” ujar Zulkifli dalam konferensi pers, Rabu (15/4/2026).
Ia menekankan bahwa seluruh proses pendaftaran hanya dilakukan melalui situs resmi panselnas dan tidak dipungut biaya apa pun. Masyarakat pun diminta waspada terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
“Bila ada pihak yang minta imbalan, nanti janji lulus, nah itu berarti menipu, berbohong,” tegasnya.
Rekrutmen ini menjadi bagian dari program besar pemerintah dalam membangun puluhan ribu Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia.
Total terdapat 35.476 posisi yang dibuka, terdiri dari 30.000 lowongan manajer koperasi di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara dan 5.476 posisi pegawai KNMP di bawah PT Agrinas Jaladri Nusantara.
Zulkifli menegaskan bahwa hanya pelamar terbaik yang akan lolos seleksi. Penilaian dilakukan berdasarkan kompetensi dan kelayakan, bukan faktor kedekatan atau koneksi.
“Kalau yang layak, yang bagus, dia akan mendapat (posisi tersebut). Yang terbaik dia tentu akan mendapatkannya,” jelasnya.
Selain itu, faktor domisili juga dapat menjadi pertimbangan tambahan jika terdapat pelamar dengan nilai yang sama. Misalnya, pelamar dari daerah penempatan akan diprioritaskan dibandingkan pelamar dari luar daerah.
Adapun persyaratan utama dalam rekrutmen ini meliputi lulusan D3, D4, dan S1 dari semua jurusan, dengan IPK minimal 2,75 serta usia maksimal 35 tahun.
Zulkifli juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengawal proses ini agar berjalan jujur dan transparan.
“Kepada putra-putri terbaik Indonesia, inilah saatnya mengambil bagian nyata. Negara memanggil saudara-saudara sekalian untuk hadir di desa, di kelurahan,” pungkasnya.
Pendaftaran rekrutmen ini telah dibuka dan akan berlangsung hingga 24 April 2026.


