HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketegangan antara Iran dan Israel justru menunjukkan wajah lain dengan adanya perang intelijen yang semakin terbuka. Media pemerintah Iran melaporkan penangkapan empat orang yang diduga sebagai mata-mata Israel.
Mengutip dari laporan media Israel yang bersumber kantor berita resmi IRNA, konflik Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran tidak hanya berlangsung di medan militer. Tapi, juga di balik layar—melalui jaringan spionase.
Berdasarkan laporan kantor berita resmi IRNA, penangkapan dilakukan di wilayah utara Iran. Empat mata-mata yang diciduk Iran diduga terkait dengan Mossad.
“Empat agen yang terkait dengan Mossad ditangkap di provinsi Gilan di Iran utara,” tulis laporan media Israel dikutip pada Kamis, (16/4/2026).
Otoritas keamanan Iran sudah menetapkan empat agen Mossad itu sebagai tersangka. Otoritas Iran mengklaim para tersangka terlibat dalam aktivitas intelijen yang berbahaya bagi negara.
“Para tersangka telah memberikan gambar dan lokasi beberapa situs militer dan keamanan yang sensitif dan penting kepada petugas intelijen Mossad melalui internet.”
Daru laporan media itu, kasus empat agen Mossad langsung dilimpahkan ke proses hukum. “Para tersangka telah diserahkan kepada pihak berwenang kehakiman.”
Penangkapan ini terjadi dalam konteks geopolitik yang memanas. Konflik diawali dengan serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Teheran pada 28 Februari yang memicu eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Konflik AS-Israel vs Iran sudah memasuki gencatan senjata. Namun, dinamika masih memanas karena perundingan damai di Islamabad, Pakistan, beberapa hari lalu gagal total.
Baik AS dan Iran sama-sama bersikeras menolak syarat perdamaian.
Adapun sejak konflik besar pecah, Iran sudah meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap dugaan aktivitas spionase.
Dari data yang dihimpun, Iran sudah mengamankan ratusan orang atas tuduhan spionase dan keterkaitan dengan musuh.
Dalam beberapa kasus sebelumnya, Iran tidak segan menjatuhkan hukuman berat terhadap individu yang dinyatakan bersalah bekerja sama dengan badan intelijen asing seperti Mossad.

