Pemuda Garda Nusantara Laporkan ‎Ubedilah Badrun ke Polda Metro Jaya soal Dugaan Makar

5 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMKoordinator Pemuda Garda Nusantara Rangga Kurnia Septian mengaku telah melaporkan ‎Ubedilah Badrun ke Polda Metro Jaya terkait pernyataan “Prabowo – Gibran adalah beban nyata bagi bangsa Indonesia” serta menyerukan narasi “mundur atau dimundurkan” di Podcast Youtube Forum Keadilan TV yang ditayangkan pada 6 April 2026 lalu.

‎Laporannya diterima oleh Polda Metro Jaya dengan Laporan Polisi Nomor LP/B/2560/IV/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA pada hari Senin, 13 April 2026.

‎Menurut Rangga, pernyataan Ubedilah yang mengatakan “Prabowo – Gibran adalah beban nyata bagi bangsa Indonesia” dan “mundur atau dimundurkan” merupakan pernyataan yang patut diduga adalah pernyataan yang bersifat ujaran kebencian serta upaya mencoba menghasut masyarakat Indonesia agar melawan pemerintahan.

‎”Kalau ingin mengganti pak Prabowo sebagai Presiden sudah ada mekanismenya, tapi kalau menyampaikan ujaran kebencian dan menghasut masyarakat agar melawan pemerintah sah, jelas sudah keluar dari mekanisme yang ada,” kata Rangga, Selasa (14/4/2026).

‎Dia menambahkan, pernyataan-pernyataan seperti “gulingkan penguasa, kudeta presiden, ganti paksa presiden, dan kata-kata lain yang mengandung hasutan – hasutan tidak boleh dibiasakan untuk di ucapkan karena akan mengesampingkan mekanisme hukum yang ada.

Rangga
Rangga Kurnia Septian.


‎”Kalaupun terjadi Pelanggaran Berat Oleh Presiden dan Wakil Presiden sesuai tertuang dalam pasal 7A UUD 1945, di pasal 7B Undang-Undang Dasar 1945 kita sudah jelas kok diatur cara mengganti Presiden dan Wakil Presiden seperti apa, tinggal tempuh aja jalurnya sesuai dengan konstitusi,” tutur Rangga.

Lebih lanjut, ‎Rangga mengungkapkan, bahwa LP ini tidak akan ada kalau yang dilakukan sesuai dengan konstitusi, kalau tidak sesuai dengan konstitusi maka wajib dilaporkan agar pernyataan yang seperti itu tidak diucapkan lagi dikemudian hari.

‎”Bayangkan kalau pernyataan seperti itu jadi kebiasaan untuk diucapkan, itu akan menciptakan polarisasi di masyarakat Indonesia sehingga stabilitas Negara jadi terganggu, perputaran ekonomi gak jalan, jadi dampaknya sangat besar,” terangnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU