Dahnil Tegaskan Rencana War Ticket Haji Setelah Kuota Antrean Habis

6 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMWakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan, bahwa rencana perubahan kebijakan war ticket haji tetap melihat kondisi antrean yang saat ini berjalan.

“Justru, term condition-nya adalah menghabiskan antrean yang sudah ada, tapi tak menambah antrean baru,” kata Dahnil, Minggu (12/4/2026).

- Advertisement -

Terlebih ada rancangan kebijakan dari pemerintah Arab Saudi untuk menambah jumlah jemaah haji yang berdampak juga pada kuota haji Indonesia.

“Dengan asumsi Saudi Vision 2030 yang akan menambah kapasitas jamaah haji menjadi 5 juta per-musim yang artinya menambah kuota Indonesia mencapai 150 persen menjadi sekitar 500 sampai dengan 600 ribu (jemaah -red),” ujarnya.

- Advertisement -

Sayangnya, kuota sebesar itu menurut Dahnil jelas cukup memberatkan bagi keuangan haji yang saat ini dikelola oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).

Jamaah Haji di Masjidil Haram
Para jamaah haji di seluruh dunia sedang melaksanakan ibadah haji di Masjidil Haram. Mereka tampak sedang melakukan thawaf alias mengelilingi kakbah. [foto : Newarab]

Oleh sebab itu, perubahan kebijakan tersebut diproyeksikan bisa menjadi solusi untuk memastikan pelayanan ibadah haji tetap prima, serta keuangan tetap terjaga.

“Dan itu tidak akan mampu di-cover dengan keuangan haji yang saat ini dikelola BPKH. Karena peta jalan yang sedang kami rancang adalah nol antrean, menyelamatkan keuangan jamaah, dan pelayanan prima,” tutur Dahnil.

Di sisi lain, mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah ini menyampaikan, bahwa perubahan kebijakan haji berbasis antrean menjadi war ticket haji, adalah untuk memastikan penyelenggaraan ibadah rukun Islam kelima itu menjadi pasar gelap.

“Kami ingin Haji tidak jadi pasar tertutup seperti selama ini, sehingga muncul oligopoli oleh beberapa kelompok. Kami ingin haji informasinya simetris tidak seperti selama ini. Semua terlibat. Semua tahu. Bagaimana kondisi keuangan haji? Bagaimana kondisi antrean dll,” tandasnya.

Alasan mengapa pihaknya membuka wacana tersebut ke publik, agar menjadi ruang dialog yang aktif dan interaktif demi mematangkan rencana perubahan kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah tersebut.

“Karena kita ingin ada perubahan besar-besaran untuk kepentingan jamaah dan umat,” sambungnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
6 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

Berita Terbaru