HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat penerbangan menjadi fokus utama latihan besar yang digelar Lanud Abd Saleh di Malang, Jawa Timur. Melibatkan berbagai unsur lintas instansi, latihan ini jadi upaya serius memastikan respons cepat dan terkoordinasi saat kondisi darurat benar-benar terjadi.
Latihan simulasi pasca force down tersebut berlangsung di Main Apron Lanud Abd Saleh, Malang. Latihan ini melibatkan sedikitnya 10 kementerian dan lembaga terkait dari Malang dan Surabaya.
Komandan Lanud Abd Saleh, Marsma TNI Reza R.R Sastranegara, dalam apel kesiapsiagaan menegaskan pentingnya pelaksanaan latihan secara maksimal oleh seluruh personel yang terlibat.
“Laksanakan latihan Pasca force down ini dengan penuh semangat serta sungguh-sungguh sesuai tanggung jawab di bidangnya dan utamakan faktor safety keamanan baik personel maupun materil,” kata Reza, dalam keterangan Dinas Penerangan TNI AU, dikutip pada Kamis, (2/4/2026).
Ia menekankan bahwa keberhasilan latihan tidak hanya diukur dari kelancaran pelaksanaan. Namun, juga dari kedisiplinan dalam menjalankan peran masing-masing secara profesional.
Menurutnya, simulasi ini dirancang untuk menguji kesiapan seluruh unsur, baik individu maupun tim, dalam menghadapi skenario darurat penerbangan.
Latihan ini dimaksudkan untuk melatih seluruh unsur dari Lanud Abd Saleh dan instansi terkait baik individu maupun tim. Dengan demikian, apabila dihadapkan kejadian sesungguhnya semua unsur sudah siap untuk melakukan tugasnya dengan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam penanganan Pasca force down.
Dengan latihan ini, setiap unit diharapkan mampu bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi saat menghadapi situasi nyata.
Simulasi ini melibatkan berbagai elemen penting, mulai dari unsur militer hingga instansi sipil. Salah satu yang digunakan dalam latihan adalah pesawat Cassa 212 dari Skadron Udara 4.
Selain itu, sejumlah unit internal turut ambil bagian, seperti Base Ops, Satpomau, Intelijen, Rumah Sakit,
Pasgat 472, Tim Jihandak


