Tragedi UNIFIL Guncang Dunia! Pemimpin Eropa Serempak Bela Indonesia

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Duka atas gugurnya prajurit TNI di Lebanon tak hanya dirasakan Indonesia. Gelombang simpati dan kecaman kini mengalir dari sejumlah pemimpin Eropa.

Dinamika itu menandai meningkatnya tekanan internasional terhadap konflik yang kian membahayakan pasukan penjaga perdamaian PBB.

Peristiwa yang menewaskan prajurit Indonesia dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) ini jadi titik balik perhatian dunia. Serangan yang seharusnya tak menyasar pasukan perdamaian justru memicu kekhawatiran global.

Perdana Menteri Irlandia, Michael Martin, secara terbuka mengutuk keras insiden tersebut. Dia menyebut sebagai bagian dari eskalasi kekerasan yang mengkhawatirkan.

Saya mengecam keras pembunuhan seorang personel penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia serta eskalasi kekerasan yang mengejutkan dan menyebabkan cederanya sejumlah personel penjaga perdamaian akhir-akhir ini,” kata Martin melalui media sosial X yang dikutip pada Selasa, (31/3/2026).

Dia juga mendesak agar semua pihak termasuk kelompok Hizbullah dan Israel. Hal itu untuk menahan diri dan memastikan pasukan perdamaian tidak menjadi sasaran konflik.

- Advertisement -

Tekanan serupa datang dari Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, yang menyebut insiden tersebut sebagai tindakan yang ‘melampaui’ batas.

Sanchez pun mendesak agar asal proyektil yang menewaskan prajurit Indonesia segera diusut. Dia juga menyerukan penghentian permusuhan di Lebanon selatan.

Sementara, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Belgia, Maxime Prevot, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada Indonesia.

Mereka di sana untuk melayani perdamaian,” kata Prevot.

Prevot menyoroti serangan Israel terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Ia juga mendesak agar pelaku serangan dimintai pertanggungjawaban serta mendorong semua pihak untuk segera melakukan deeskalasi konflik.

Dukungan moral juga datang dari Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Siprus yang menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah Indonesia dan keluarga korban atas tragedi tersebut.

Insiden ini terjadi setelah serangan artileri menghantam posisi kontingen Indonesia di Adshit al-Qusyar, Lebanon selatan. Dalam serangan itu, prajurit TNI Farizal Rhomadhon gugur.

Adapun tiga rekannya yakni Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif mengalami luka-luka.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU