Cek Weton Anda Sekarang! Jika Masuk Daftar Tulang Wangi, Ada Pantangan Khusus di Malam 1 Suro

0 Shares

JAKARTA, Holopis.com Pemilik weton Tulang Wangi dipercaya memiliki pantangan khusus saat Malam 1 Suro karena dianggap lebih peka secara spiritual.

Menjelang datangnya Malam 1 Suro 2026 yang bertepatan dengan Senin malam, 15 Juni 2026, berbagai pembahasan mengenai weton kembali ramai diperbincangkan masyarakat.

Salah satu yang paling banyak menarik perhatian adalah weton yang disebut sebagai Tulang Wangi, sebuah istilah dalam tradisi Primbon Jawa yang dipercaya memiliki kaitan dengan kepekaan spiritual dan aura khusus yang tidak dimiliki semua orang.

Perbincangan mengenai weton Tulang Wangi semakin viral di media sosial setelah banyak unggahan yang mengaitkannya dengan sejumlah pantangan saat Malam 1 Suro.

Tidak sedikit masyarakat yang kemudian berusaha mencari tahu apakah weton kelahiran mereka termasuk dalam kategori tersebut.

Dalam budaya Jawa, Malam 1 Suro bukan sekadar pergantian tahun dalam penanggalan Jawa.

- Advertisement -

Malam tersebut dianggap sebagai waktu yang sakral dan penuh makna spiritual.

Berbagai daerah di Pulau Jawa memiliki tradisi tersendiri dalam menyambut datangnya bulan Suro, mulai dari tirakatan, doa bersama, kirab pusaka, hingga kegiatan introspeksi diri yang dilakukan secara khusyuk.

Di tengah kuatnya tradisi tersebut, muncul kepercayaan mengenai weton Tulang Wangi yang disebut memiliki hubungan lebih erat dengan energi spiritual yang dipercaya hadir pada Malam 1 Suro.

Karena itulah, pemilik weton tertentu sering kali mendapatkan perhatian khusus dari masyarakat yang masih memegang teguh tradisi leluhur.

Menurut penjelasan budayawan dan sejarawan Hari A. Kurniawan atau yang lebih dikenal sebagai Om Hao dalam kanal YouTube Mas Kur Channel, weton Tulang Wangi merupakan sebutan bagi orang-orang yang lahir pada kombinasi hari dan pasaran tertentu.

Mereka dipercaya memiliki aura alami yang kuat, intuisi yang tajam, serta kepekaan yang lebih tinggi terhadap lingkungan maupun hal-hal yang bersifat metafisik.

Weton yang sering disebut masuk dalam kategori Tulang Wangi antara lain Senin Pon, Senin Wage, Senin Pahing, Selasa Legi, Rabu Kliwon, Rabu Pahing, Kamis Wage, Sabtu Wage, Sabtu Legi, Minggu Pon, dan Minggu Kliwon.

Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, orang yang lahir dengan weton tersebut diyakini memiliki karakter yang menonjol.

Mereka sering digambarkan sebagai pribadi yang mudah bergaul, memiliki daya tarik alami, kreatif, serta mampu beradaptasi dengan berbagai situasi.

Tidak hanya itu, pemilik weton Tulang Wangi juga dipercaya memiliki naluri yang kuat dalam membaca keadaan sehingga sering dianggap memiliki firasat yang tajam.

Kepercayaan mengenai weton Tulang Wangi kembali mencuat menjelang Malam 1 Suro karena adanya anggapan bahwa pemilik weton tersebut sebaiknya tidak terlalu banyak beraktivitas di luar rumah saat malam pergantian Tahun Baru Jawa berlangsung.

Kepercayaan ini telah berkembang selama bertahun-tahun dan masih dipercaya oleh sebagian masyarakat hingga sekarang.

Menurut Om Hao, pemilik weton Tulang Wangi diyakini memiliki sensitivitas tersendiri terhadap dimensi spiritual.

Dalam salah satu penjelasannya, ia menyebut bahwa orang-orang dengan weton tersebut dianggap lebih mudah merasakan keberadaan energi yang tidak kasat mata dibandingkan orang lain.

Karena dianggap memiliki kepekaan lebih tinggi, sebagian masyarakat Jawa percaya bahwa pemilik weton Tulang Wangi lebih rentan mengalami pengalaman spiritual tertentu apabila berada di luar rumah pada malam yang dianggap sakral tersebut.

Atas dasar itulah muncul anjuran agar mereka lebih banyak berada di rumah dan menghindari aktivitas yang tidak penting selama Malam 1 Suro.

Selain tidak keluar rumah, sejumlah tradisi Jawa juga menganjurkan masyarakat untuk memperbanyak doa, berdzikir, membaca ayat suci, melakukan tirakat, serta melakukan refleksi diri selama malam pergantian tahun Jawa.

Aktivitas tersebut dipercaya dapat membantu seseorang memperoleh ketenangan batin sekaligus menjadi sarana mendekatkan diri kepada Tuhan.

Meski demikian, para pemerhati budaya menegaskan bahwa kepercayaan mengenai weton Tulang Wangi dan pantangan keluar rumah saat Malam 1 Suro merupakan bagian dari tradisi serta kearifan lokal yang berkembang di tengah masyarakat Jawa.

Hingga kini tidak terdapat bukti ilmiah yang dapat membuktikan adanya hubungan langsung antara weton kelahiran dengan kejadian-kejadian spiritual yang dipercaya terjadi pada malam tersebut.

Bagi sebagian orang, tradisi ini dipandang sebagai warisan budaya yang patut dihormati karena mengandung pesan moral tentang pentingnya menjaga perilaku, meningkatkan spiritualitas, dan melakukan introspeksi diri.

Namun bagi yang tidak mempercayainya, kepercayaan tersebut tetap dapat dilihat sebagai bagian dari kekayaan budaya Nusantara yang telah hidup selama ratusan tahun.

Menjelang Malam 1 Suro 2026, masyarakat pun kembali diingatkan untuk memahami tradisi ini secara bijak.

Terlepas dari percaya atau tidak terhadap mitos weton Tulang Wangi, nilai utama yang terkandung dalam peringatan Malam 1 Suro adalah ajakan untuk merenungkan perjalanan hidup, memperbaiki diri, dan menyambut tahun baru Jawa dengan hati yang lebih tenang serta penuh harapan.

Dengan demikian, tradisi yang diwariskan para leluhur tersebut tetap dapat dilestarikan tanpa mengabaikan akal sehat dan perkembangan zaman.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU