HOLOPIS.COM, JAKARTA – Arus balik Idulfitri 2026 tak hanya membawa pemudik kembali ke ibu kota, tetapi juga gelombang pendatang baru. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memperkirakan jumlah pendatang pasca Lebaran tahun ini mencapai 10 ribu hingga 12 ribu orang.
“Jadi data yang ada sampai dengan hari ini, kami memprakirakan akan ada kenaikan pemudik yang ikut saudaranya balik ke Jakarta kurang lebih 10 sampai dengan 12 ribu,” jelas Pramono pada Jumat (27/3/2026).
Meski demikian, ia menegaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta masih terus memantau perkembangan berdasarkan tren pergerakan masyarakat dan pemesanan transportasi.
Menurut Pramono, fenomena meningkatnya jumlah pendatang usai Lebaran merupakan hal yang hampir selalu terjadi setiap tahun. Banyak masyarakat dari daerah yang memanfaatkan momentum ini untuk mencoba peruntungan di ibu kota.
Namun, ia mengingatkan agar para pendatang tidak datang tanpa persiapan yang matang, terutama dalam hal keterampilan dan kesiapan kerja.
“Jakarta tidak ada operasi yustisia, tetapi Jakarta tentunya meminta siapa pun yang ingin mengadu nasib bekerja di Jakarta mereka harus mempersiapkan diri,” ujarnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah tidak akan melakukan penertiban khusus, tetapi tetap menekankan pentingnya kesiapan individu agar tidak menambah persoalan sosial di kota besar seperti Jakarta.
Sementara itu, data sementara menunjukkan jumlah pendatang yang sudah masuk ke Jakarta pada 25–26 Maret 2026 masih relatif kecil, yakni 365 orang. Dari jumlah tersebut, terdiri atas 186 laki-laki dan 179 perempuan.
Pemerintah DKI Jakarta juga akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memantau arus kedatangan pendatang, sekaligus memastikan kondisi sosial tetap kondusif.
Dengan potensi kedatangan ribuan pendatang baru, Jakarta kembali dihadapkan pada tantangan klasik, mulai dari persaingan kerja hingga tekanan terhadap fasilitas publik. Karena itu, kesiapan dan kemampuan menjadi kunci utama bagi siapa pun yang ingin mengadu nasib di ibu kota.


