Gelombang Protes Meluas di Eropa, Ribuan Warga London Turun ke Jalan Tolak Serangan ke Iran

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ribuan pengunjuk rasa turun ke jalan di London pada Sabtu (21/3), menyuarakan penolakan terhadap serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran. Aksi ini menjadi bagian dari gelombang demonstrasi yang kian meluas di berbagai kota Eropa. Di ibu kota Inggris, massa bergerak dari Russell Square menuju Whitehall. Mereka membawa spanduk dan meneriakkan slogan penolakan, menciptakan suasana tegang di pusat kota.

Dalam aksi tersebut, sejumlah demonstran menyerukan gencatan senjata segera serta penghentian intervensi asing di Timur Tengah. Salah satu peserta aksi, Mariam, turut menyampaikan kritik tajam terhadap operasi militer yang dilakukan.

“Tidak ada intervensi asing. Jangan campuri Timur Tengah dan hentikan pengeboman. Orang berhak hidup dalam damai. Anda tidak bisa mengebom orang demi demokrasi,” ujarnya, dikutip Holopis.com, Rabu (25/3).

Ia juga menyinggung penamaan operasi oleh Washington yang disebut “Epic Fury”. Menurutnya, istilah itu justru lebih pantas disebut sebagai kegagalan. Pengunjuk rasa lain, Adrian yang datang dari Birmingham, menilai serangan terhadap Iran sebagai tindakan yang berlebihan. Ia juga menyoroti dampak yang mulai dirasakan secara global.

“Serangan ini sangat keterlaluan dan terus terang melelahkan,” katanya.

Menurut Adrian, konsekuensi seperti kenaikan harga minyak hingga meningkatnya ketidakpastian global sudah mulai terlihat. Aksi di London bukan satu-satunya. Di Spanyol, ribuan warga juga turun ke jalan di Madrid. Aparat memperkirakan jumlah peserta mencapai sekitar 4.000 orang.

- Advertisement -

Massa bergerak dari Atocha menuju Puerta del Sol sambil membawa spanduk bertuliskan “No to war, no to NATO” dan “Spain is not the U.S.”. Sejumlah tokoh politik dari Partai Podemos, seperti Ione Belarra dan Irene Montero, ikut hadir dalam aksi tersebut.

Montero bahkan menyerukan agar Spanyol keluar dari NATO. Pernyataan itu mencerminkan kritik yang lebih luas terhadap kebijakan militer Barat di kawasan Timur Tengah. Di Portugal, aksi serupa berlangsung di Lisbon pada 14 Maret. Ratusan orang berkumpul di dekat Kedutaan Besar AS meski hujan mengguyur.

Aksi itu didukung lebih dari 70 kelompok yang mengecam agresi militer AS dan Israel. Para peserta meneriakkan “Yes to peace, no to war” sambil menyerukan pelucutan senjata. Sementara itu, di Bulgaria, ratusan orang turun ke jalan di Sofia pada 2 Maret. Mereka membawa spanduk bertuliskan “No war against Iran” dan menolak kehadiran pesawat militer AS di wilayah tersebut.

Demonstrasi juga dilaporkan terjadi di negara lain seperti Prancis dan Yunani. Aksi-aksi ini berlangsung saat konflik telah memasuki pekan ketiga. Di tengah gelombang protes, kritik juga datang dari kalangan akademisi Eropa. Profesor Universitas Leiden, Rob de Wijk, menilai langkah AS sebagai tindakan yang berisiko.

Ia menyebut kebijakan tersebut sebagai “pemerasan terang-terangan” dan memperingatkan potensi dampaknya terhadap keamanan Eropa. Ia juga menilai negara-negara Eropa perlu mengurangi ketergantungan pada AS dan mulai memperkuat otonomi strategis mereka.

Sekadar informasi, ketegangan antara Iran dan blok Barat meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik serta dampaknya terhadap stabilitas global.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU