HOLOPIS.COM, JAKARTA – Lebaran 2026 menjadi momen tak terlupakan bagi warga Kampung Nelayan Sejahtera di Desa Eretan Kulon, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Untuk pertama kalinya, mereka merayakan Hari Raya dengan rasa aman dan nyaman di rumah baru yang layak huni.
Suasana kampung kini berubah drastis. Jalan lingkungan bersih, anak-anak bermain riang, dan warga saling bersilaturahmi tanpa dihantui banjir rob yang dulu kerap datang tiba-tiba.
Beberapa tahun lalu, Lebaran di kampung ini jauh dari kata bahagia. Banjir rob sering merendam rumah warga, merusak perabotan, bahkan menciptakan lingkungan yang tidak sehat.
Kini, semua itu berubah sejak hadirnya program Kampung Nelayan Sejahtera yang digagas Prabowo Subianto dan dijalankan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia bersama berbagai pihak.
Sebanyak 93 rumah tipe 36 berdiri rapi, lengkap dengan dua kamar tidur, dapur, ruang keluarga, dan kamar mandi. Fasilitas lain seperti air bersih, listrik, masjid, taman, hingga sentra UMKM turut melengkapi kehidupan baru warga.
Bagi Warsana (42), seorang nelayan, perubahan ini terasa sangat berarti. Ia kini bisa merayakan Lebaran tanpa rasa khawatir.
“Lebaran tahun ini rasanya lebih senang, lebih tenang. Suasananya nyaman, walaupun sederhana tetap bisa bahagia bersama keluarga,” ujarnya.
Ia mengenang masa sulit ketika harus melaut dengan pikiran penuh kecemasan akan kondisi rumah dan keluarganya.
Puncak cobaan terjadi pada 2022, saat banjir besar merobohkan rumahnya. Istrinya yang tengah hamil bahkan harus dievakuasi secara darurat.
“Yang penting keluarga selamat. Rumah bisa dicari lagi,” kenangnya.
Setelah sempat mengungsi dan hidup serba terbatas, kini Warsana dan keluarga akhirnya memiliki tempat tinggal yang aman.
Lebaran tahun ini dirayakan sederhana, namun penuh makna—tanpa genangan air, tanpa rasa takut.
“Terima kasih kepada pemerintah. Kehidupan kami sekarang jauh lebih baik dan tenang,” ucapnya.
Di Kampung Nelayan Sejahtera, Lebaran bukan lagi soal kemewahan. Bagi warga, kebahagiaan hadir dari rasa aman dan kepastian hidup yang akhirnya mereka rasakan.
Perubahan sederhana ini menjadi bukti bahwa kehadiran negara mampu membawa harapan baru bagi masyarakat kecil, terutama mereka yang selama ini hidup di tengah ketidakpastian.


