Perempuan Gorontalo Ditemukan Usai Minggat Gegara Tak Mau Dijodohkan

611
53 Shares

HOLOPIS.COM, MAKASSAR – Seorang perempuan bernama Siti Sahida Sahari (28) yang dinyatakan hilang oleh keluarganya akhirnya berhasil ditemukan.

Perempuan yang sebelumnya dikabarkan bekerja di salah satu gerai Mie Gacoan di Makassar itu ditemukan oleh Tim Jatanras Polrestabes Makassar, di perumahan Gowaria Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulawesi Selatan pada hari Jumat 14 Maret 2026 malam.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Humas) Polrestabes Makassar Kompol Wahiduddin membenarkan ditemukannya Siti Sahida Sahari oleh polisi. Ia mengatakan bahwa saat ini Siti Sahida sudah diserahkan kepada pihak keluarga.

“Gadis tersebut sudah dipertemukan dengan orang tuanya, kemudian saat ini sudah mau dibawa pulang oleh orang tuanya,” ujar Wahid, Minggu (15/3/2026).

Kompol Wahid menambahkan, perempuan tersebut sebenarnya tidak hilang, hanya saja ia sengaja menghindar dari orang tuanya, karena dari keterangannya dia akan dijodohkan oleh orangtunya di kampung halamannya.

“Infonya akan dijodohkan tapi dia tidak mau, makanya putuskan untuk matikan semua handphone-nya agar tidak ditelepon keluarganya. Dia masih mau kerja di Makassar,” jelasnya.

- Advertisement -

Diberitakan sebelumnya seorang ayah bernama Hamzah (71) datang ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk mencari anak gadisnya.

Pensiunan guru yang tinggal di Desa Kayubulan, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo itu mencari anak sulungnya yang hilang sejak September 2025.

Anak gadisnya bernama Siti Sahida Sahari (28). Terakhir diketahui bekerja di salah satu gerai restoran Mie Gacoan di Jalan AP Pettarani, Kota Makassar.

Sejak beberapa bulan terakhir, komunikasi dengan Siti dan keluarganya tiba-tiba terputus, membuat Hamzah dan keluarga cemas.

Diketahui, Siti merupakan lulusan sarjana keperawatan dan anak pertama dari dua bersaudara. Ia dikenal sebagai sosok yang mandiri dan penuh semangat sejak memutuskan merantau untuk bekerja di Makassar.

Perjalanan Siti ke Makassar bermula pada April 2025. Saat itu ia mendaftar bekerja di Mie Gacoan Kota Gorontalo bersama sejumlah pelamar lainnya.

Dari proses perekrutan tersebut, Siti bersama sembilan orang lainnya diberangkatkan ke Makassar untuk menjalani pelatihan selama tiga bulan.

“Awalnya ada sekitar sepuluh orang yang berangkat dari Gorontalo untuk training di Makassar. Setelah seleksi, hanya empat orang yang dinyatakan lulus, termasuk anak saya. Enam orang lainnya kembali ke Gorontalo,” cerita Hamzah, Jumat 13 Maret 2026.

Usaha dan kerja keras Siti membuahkan hasil. Pada Agustus 2025, ia dipercaya menjadi manajer di salah satu gerai Mie Gacoan di Makassar. Selama bekerja di Makassar, komunikasi antara Siti dan keluarganya di Gorontalo masih berjalan lancar. Ia kerap mengabari orang tuanya tentang aktivitas dan kehidupannya di Makassar.

Hamzah juga mengingat satu cerita terakhir yang sempat disampaikan putrinya sebelum komunikasi terputus.

“Dia bilang ada laki-laki yang ingin melamar dan bahkan ingin datang ke Gorontalo. Tapi anak saya bilang ke ibunya, dia baru bekerja dan orang tuanya juga masih sibuk, jadi belum siap untuk menikah,” ujarnya.

Namun sejak September 2025, kabar dari Siti tiba-tiba menghilang. Nomor teleponnya tak lagi aktif, dan segala upaya keluarga untuk menghubunginya tidak membuahkan hasil.

Rasa khawatir itulah yang mendorong Hamzah untuk mencari informasi dari berbagai pihak, termasuk rekan kerja putrinya di Makassar.

Ia kemudian memutuskan terbang dari Gorontalo ke Makassar pada Minggu, 8 Maret 2026. Sehingga pada Jumat (14/3) putrinya ditemukan pihak kepolisian.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Rio Anthony
Muhammad Ibnu Idris
Rio Anthony, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU