HOLOPIS.COM, JAKARTA – Dukungan terhadap Iran disuarakan kelompok Houthi di Yaman. Pemimpin Houthi menyatakan siap membela Iran yang terlibat konflik dengan Amerika Serikat (AS)-Israel.
Pemimpin outhi, Abdul Malik al-Houthi, menegaskan bahwa kelompoknya siap berdiri di pihak Iran jika situasi konflik berkembang lebih jauh.
Dalam pidato yang disiarkan melalui media yang berafiliasi dengan kelompok tersebut, ia menyampaikan bahwa posisi Houthi adalah mendukung Iran dan rakyatnya.
“Kami berdiri di samping Republik Islam Iran dan rakyat Iran. Tangan kami siap menembak kapan pun perkembangan mengharuskannya,” kata al-Houthi, dikutip dari New Arab pada Jumat, (13/3/2026).
Pernyataan itu menunjukkan sinyal bahwa kelompok bersenjata yang berbasis di Yaman itu membuka kemungkinan untuk ikut terlibat secara militer apabila konflik regional semakin meluas.
Kelompok Houthi, yang secara resmi dikenal sebagai Ansar Allah, telah menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, serta sebagian besar wilayah utara negara itu sejak 2014.
Penguasaan tersebut terjadi dalam konflik panjang yang melibatkan berbagai kekuatan regional. Hal itu termasuk intervensi militer yang dipimpin Arab Saudi dan sebelumnya juga didukung oleh Uni Emirat Arab.
Sejak saat itu, Yaman menjadi salah satu titik konflik paling kompleks di Timur Tengah, dengan berbagai kelompok bersenjata serta kekuatan regional yang saling berhadapan.
Pun, saat konflik di Gaza pecah pada 2023, kelompok Houthi meningkatkan aktivitas militernya di kawasan Laut Merah. Mereka menargetkan kapal-kapal yang dianggap memiliki hubungan dengan Israel di sekitar Selat Bab al-Mandab.
Selain itu, kelompok tersebut juga meluncurkan serangan roket ke arah Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Gaza.
Langkah tersebut sempat memicu ketegangan besar di jalur pelayaran internasional yang menjadi salah satu rute perdagangan paling penting di dunia.
Namun, situasi sempat mereda setelah pada Juli 2025 kelompok Houthi menyetujui gencatan senjata dengan AS. Kesepakatan itu tercapai setelah sejumlah serangan militer AS menargetkan posisi kelompok tersebut.
Sejak saat itu aktivitas militer Houthi relatif menurun, meskipun dinamika konflik regional terus berkembang.
Tuduhan terhadap Israel dan AS
Dalam pidatonya, al-Houthi juga melontarkan kritik keras terhadap Israel. Ia menuduh negara tersebut berupaya memperluas konflik di Timur Tengah.
Menurutnya, Israel sedang menjalankan perang terbuka terhadap berbagai negara di kawasan.
Ia bilang Israel “ingin tetap leluasa menargetkan siapa pun atau kekuatan apa pun di kawasan itu tanpa kendali atau batasan.”
Al-Houthi juga menuduh AS dan Israel berupaya menyeret negara-negara Arab ke dalam konfrontasi langsung dengan Iran, di tengah meningkatnya serangan dan ketegangan militer di kawasan Teluk.
Lebih lanjut, dia juga memuji kemampuan militer Iran. Ia menyebut posisi Iran tetap kuat baik dari sisi pemerintah maupun dukungan publik.
Ia secara khusus memuji peran Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) serta militer Iran dalam menghadapi tekanan dari pihak luar.
Selain itu, al-Houthi juga menyoroti operasi yang dilakukan oleh Hezbollah terhadap Israel, yang ia sebut sebagai “langkah kuat yang mengejutkan lawan-lawannya”.


