Drama Damai Amerika dan Iran Alot, Ada Klausul yang Ditolak

2 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran ternyata belum benar-benar mereda. Meski kedua negara sedang menyusun nota kesepahaman untuk mengakhiri perang, sejumlah klausul penting masih menjadi perdebatan sengit.

Kantor berita semiresmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Amerika Serikat masih menolak menerima beberapa poin dalam memorandum of understanding (MoU) damai tersebut.

Dikutip Holopis.com dari laporan tersebut, salah satu isu paling sensitif adalah pencairan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan. Menurut laporan Tasnim, pembahasan mengenai hal itu masih menemui jalan buntu meski perundingan telah beberapa kali dilakukan.

Iran juga dikabarkan menegaskan tidak akan mundur dari “garis merah” mereka demi melindungi hak-hak rakyatnya.

Situasi ini membuat kemungkinan gagalnya nota kesepahaman damai masih terbuka lebar.

Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa Teheran dan Washington sedang berupaya menyelesaikan nota kesepahaman untuk menghentikan perang.

- Advertisement -

“Pada tahap ini, fokus kami adalah mengakhiri perang yang diberlakukan,” kata Baghaei kepada stasiun televisi pemerintah IRIB.

Ia menjelaskan bahwa kedua negara tengah membahas nota kesepahaman yang terdiri atas 14 klausul utama.

“Tujuan kami adalah terlebih dahulu menyepakati nota kesepahaman yang terdiri atas 14 klausul,” tambahnya.

Baghaei optimistis kesepakatan final bisa tercapai dalam waktu 30 hingga 60 hari ke depan.

Menurut Iran, salah satu isu utama dalam pembahasan adalah penghentian serangan maritim Amerika Serikat atau yang disebut Teheran sebagai blokade angkatan laut. Selain itu, pencairan aset Iran yang dibekukan juga menjadi tuntutan penting dalam negosiasi.

Konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel sendiri mulai memanas sejak serangan pada 28 Februari lalu. Setelah 40 hari pertempuran, ketiga pihak akhirnya menyepakati gencatan senjata pada 8 April.

Namun, perundingan damai yang digelar di Islamabad, Pakistan, pada 11 dan 12 April lalu belum menghasilkan kesepakatan final.

Kini, dunia internasional kembali menyoroti apakah proses negosiasi ini benar-benar akan berujung damai atau justru kembali memicu ketegangan baru di kawasan Timur Tengah.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronalds Petrus Gerson
Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU