HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa insiden longsornya tumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang menewaskan empat orang diduga terjadi akibat curah hujan sangat tinggi yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Menurut Pramono, hujan dengan intensitas ekstrem membuat permukaan timbunan sampah menjadi licin dan tidak stabil. Kondisi tersebut akhirnya memicu pergeseran material hingga terjadi longsor.
“Peristiwa longsor tersebut di zona 4A pada pukul 14.30 diduga dipicu oleh hujan ekstrem pada hari Minggu yang menyebabkan jalan operasional dan Sungai Ciketing sepanjang 40 meter tertutup sampah,”ujar Pramono sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan pada hari sebelumnya, curah hujan yang tercatat di Jakarta mencapai angka yang sangat tinggi. Dalam satu hari, jumlah hujan bahkan menyentuh 264 milimeter.
“Kemarin karena curah hujannya itu tinggi sekali. Kemarin itu 264 milimeter per hari. Itu termasuk salah satu curah hujan yang tinggi di Jakarta,” sambungnya.
Pramono menilai air hujan yang terus meresap ke dalam tumpukan sampah menyebabkan struktur material menjadi labil. Ketika volume air meningkat, lapisan sampah menjadi licin sehingga memicu pergerakan massa sampah ke arah bawah.
“Karena hujan yang lama masuk ke dalam sampah, menyebabkan sliding atau licin kemudian longsor ke bawah,” ujarnya.
Selain fokus pada proses evakuasi korban, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga melakukan langkah penanganan untuk memulihkan kondisi lingkungan di sekitar lokasi kejadian. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membuka kembali aliran Sungai Ciketing yang tertutup material sampah akibat longsor.
Pramono mengatakan kondisi di lapangan menunjukkan sebagian aliran sungai tertutup timbunan sampah, sehingga perlu dilakukan penanganan segera agar fungsi sungai dapat kembali normal.
“Di lapangan kelihatan sekali sungainya tertutup. Untuk itu segera akan dinormalkan kembali, terutama Sungai Ciketing agar bisa kembali berfungsi,” ujarnya.
Sementara itu, aktivitas operasional di zona 4A TPST Bantargebang dihentikan sementara guna mempermudah proses penanganan serta menghindari potensi bahaya lanjutan. Pengiriman sampah dari Jakarta untuk sementara dialihkan ke area lain di dalam kawasan TPST.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyiapkan zona penampungan sementara untuk menampung sampah yang sebelumnya diarahkan ke lokasi tersebut. Langkah ini dilakukan agar pengelolaan sampah dari ibu kota tetap berjalan sambil menunggu proses penanganan longsor selesai.
Pramono berharap upaya penanganan di lokasi dapat berjalan cepat sehingga operasional di TPST Bantargebang bisa kembali normal dalam waktu dekat.

