HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah China merespons secara hati-hati keputusan Iran yang menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru. Beijing menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan di Teheran merupakan urusan domestik Iran yang harus dihormati oleh negara lain.
Pernyataan itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun dalam konferensi pers rutin di Beijing. Ia menanggapi laporan internasional mengenai perubahan kepemimpinan tertinggi di negara Republik Islam tersebut.
Guo mengatakan pemerintah China sudah mencermati pemberitaan media terkait pengangkatan Mojtaba Khamenei. Ia menegaskan keputusan itu sepenuhnya berada dalam mekanisme konstitusional Iran.
“Ini adalah keputusan dari pihak Iran berdasarkan konstitusinya,” kata Guo dikutip dari Rediff, Senin, (9/3/2026).
Menurutnya, China berpegang pada prinsip tak mencampuri urusan dalam negeri negara lain. Beijing juga menyampaikan pentingnya menjaga kedaulatan serta integritas wilayah Iran di tengah dinamika geopolitik yang sedang berlangsung.
Guo menambahkan bahwa pergantian pemimpin tertinggi Iran merupakan proses yang berada di bawah kewenangan institusi politik dan keagamaan negara tersebut. Maka itu, menurut dia, proses itu tak seharusnya dipengaruhi oleh tekanan maupun intervensi dari pihak luar.
Sebelumnya, Majelis Pakar Iran mengumumkan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Majelis Pakar Iran merupakan lembaga ulama yang punya kewenangan konstitusional untuk memilih Pemimpin Tertinggi Iran.
Ulama berusia 56 tahun tersebut merupakan putra dari pemimpin tertinggi sebelumnya, Ali Khamenei yang meninggal dunia imbas serangan brutal Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Pengangkatan Mojtaba menandai babak baru dalam sejarah politik Iran. Ia menjadi pemimpin tertinggi ketiga sejak berdirinya Republik Islam Iran pasca Revolusi 1979.
Transisi kepemimpinan yang dipegang Mojtaba terjadi pada saat kawasan Timur Tengah sedang berada dalam situasi yang memanas akibat meningkatnya ketegangan militer dan diplomatik.
Dari laporan AP News, Mojtaba merupakan ulama berpengaruh Iran yang memiliki hubungan dekat dengan pasukan elite Iran, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Mojtaba kini jadi pemimpin tertinggi ketiga sejak berdirinya Republik Islam setelah Revolusi Iran 1979.


