HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan bahwa pembahasan terkait implementasi Board of Peace (BoP) untuk sementara ditangguhkan menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menyampaikan dalam press briefing di Jakarta, Jumat (6/3/2026), bahwa diplomasi Indonesia saat ini memprioritaskan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di wilayah terdampak konflik.
“Segala pembahasan tentang BoP saat ini ditangguhkan atau istilahnya on hold. Fokus diplomasi Indonesia saat ini adalah memastikan keselamatan dan perlindungan terhadap WNI, serta menyiapkan langkah antisipatif menghadapi eskalasi,” ujarnya.
Pernyataan ini menegaskan keterangan Menteri Luar Negeri Sugiono pada Rabu (4/3/2026), yang sebelumnya menyampaikan bahwa koordinasi lanjutan mengenai BoP ditunda sementara.
“Tidak ada meeting atau pembahasan khusus terkait BoP dalam seminggu terakhir ini,” tambah Yvonne.
Kemlu menekankan bahwa setiap keputusan Indonesia dalam mekanisme internasional akan selalu berlandaskan politik luar negeri bebas aktif dan kepentingan nasional. Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk terus berpihak pada nilai kemanusiaan dan perjuangan kemerdekaan Palestina.
“Pemerintah Indonesia akan terus aktif mencari cara paling efektif serta memainkan peran konstruktif dalam berbagai forum internasional guna mendorong tercapainya perdamaian yang adil dan berkelanjutan bagi rakyat Palestina,” tutup Yvonne.


