HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) kini menyediakan layanan konseling digital gratis bagi masyarakat yang mengalami kecanduan game online. Program ini diberi nama Digital Addiction Response Assistance (DARA) dan dapat diakses masyarakat secara daring.
Program tersebut hadir sebagai respons terhadap meningkatnya jumlah pemain game di Indonesia yang terus bertambah setiap tahun. Data Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat jumlah pemain game di Indonesia mencapai 154,9 juta orang pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi 174,4 juta pemain pada 2027.
Melalui layanan ini, masyarakat yang merasa mengalami kecanduan game dapat berkonsultasi langsung dengan tenaga ahli secara online. Konseling ini juga terbuka bagi orang tua yang ingin memahami atau membantu anak mereka yang terpapar kecanduan game.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa pemerintah tidak memandang game sebagai sesuatu yang sepenuhnya negatif.
“Kita tahu game bisa memicu kreativitas sehingga kita tidak menutup industri game. Namun di saat bersamaan, negara harus hadir membantu anak-anak kita yang terpapar adiksi,” ujarnya.
Gejala kecanduan game
Beberapa tanda seseorang mengalami kecanduan game antara lain:
- Tidak mampu berhenti bermain game
- Memprioritaskan bermain game dibanding aktivitas penting lainnya
- Merasa gelisah saat tidak bermain game
Cara mengakses layanan konseling
Masyarakat dapat memanfaatkan layanan ini melalui beberapa langkah berikut:
Mengunjungi situs https://adiksi.igrs.id/ atau menghubungi WhatsApp 0811806860.
- Memilih layanan “Pendampingan penggunaan game dan kecanduan digital”.
- Mengisi data diri dan memilih jadwal konseling.
- Menjelaskan masalah yang dialami secara singkat.
- Menunggu konfirmasi jadwal melalui email.
- Konseling dilakukan melalui WhatsApp dengan durasi sekitar 40 menit per sesi.
Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengatasi dampak negatif kecanduan game sekaligus meningkatkan kesadaran penggunaan teknologi digital secara lebih sehat.
Dengan jumlah gamer yang terus meningkat di Indonesia, pemerintah menilai edukasi dan pendampingan menjadi langkah penting agar masyarakat tetap dapat menikmati teknologi digital tanpa terjebak dalam kecanduan.


