HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot pada Rabu (4/3). Percakapan tersebut membahas perkembangan terbaru setelah serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.
Dikutip Holopis.com, dalam dua percakapan terpisah itu, Araghchi menjelaskan kepada kedua mitranya mengenai serangan yang menurutnya dilancarkan Israel dan AS sejak Sabtu (28/2) pekan lalu. Informasi tersebut disampaikan dalam pernyataan resmi yang dirilis Kementerian Luar Negeri Iran.
Menurut Araghchi, serangan tersebut menargetkan sejumlah fasilitas sipil di Iran. Ia menyebut kawasan permukiman, sekolah, masjid, rumah sakit, serta pusat penyelamatan dan layanan publik turut menjadi sasaran.
Araghchi juga mengatakan serangan tersebut menyebabkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersama sejumlah komandan militer senior dan warga sipil. Ia menyebut lebih dari 175 pelajar termasuk di antara korban yang dilaporkan.
Dalam pembicaraan tersebut, Araghchi menyerukan kepada pemerintah di berbagai negara serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengecam tindakan yang ia sebut sebagai serangan “kriminal” oleh Israel dan Amerika Serikat.
Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Khamenei, para komandan militer Iran, serta warga sipil yang menjadi korban. Ia menyatakan serangan terhadap Iran melanggar prinsip dasar hukum internasional dan Piagam PBB.
Lavrov juga memperingatkan bahwa tindakan tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi serius terhadap stabilitas dan keamanan kawasan maupun dunia.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot menyampaikan bahwa negaranya menilai serangan AS dan Israel terhadap Iran bertentangan dengan hukum internasional. Ia juga menyatakan harapan agar stabilitas dan perdamaian di kawasan Timur Tengah dapat segera dipulihkan.
Serangan gabungan AS dan Israel dilaporkan terjadi pada Sabtu pagi waktu setempat dengan menargetkan Teheran dan sejumlah kota lain di Iran. Pemerintah Iran kemudian merespons melalui beberapa gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

