Demi Swasembada Protein, Kementan Gelontorkan Rp2,1 Miliar Kembangkan 5.000 Indukan Ayam ALOPE UNHAS-1

2 Shares

BOGOR, Holopis.com – Demi swasembada protein, Kementan menggelontorkan Rp2,1 miliar untuk mengembangkan 5.000 indukan Ayam ALOPE UNHAS-1 guna memperkuat peternakan nasional.

Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat strategi swasembada pangan dengan memperluas fokus pada pemenuhan protein hewani nasional.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggelontorkan anggaran sebesar Rp2,1 miliar untuk mengembangkan 5.000 ekor parent stock (indukan) Ayam ALOPE UNHAS-1, ayam lokal unggul hasil inovasi Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat swasembada protein sekaligus mempercepat hilirisasi hasil riset perguruan tinggi agar dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat dan peternak.

Pengembangan Ayam ALOPE UNHAS-1 merupakan tindak lanjut Perjanjian Kerja Sama antara Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian dengan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin yang diinisiasi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman pada Mei 2026.

Implementasi program dimulai sejak Juni 2026 dengan target menghasilkan 5.000 indukan ayam lokal unggul.

- Advertisement -

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan beras atau komoditas pokok, tetapi juga harus menjamin terpenuhinya kebutuhan protein hewani masyarakat Indonesia.

“Ketahanan pangan harus dibangun secara utuh, termasuk melalui penguatan penyediaan protein hewani. Inovasi anak bangsa harus menjadi solusi untuk meningkatkan produksi, memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus menciptakan nilai tambah bagi peternak,” ujar Mentan Amran dalam keterangan tertulis yang dilansir Holopis.com, Senin (06/07/2026).

Menurutnya, pemanfaatan hasil riset perguruan tinggi menjadi salah satu strategi penting untuk mempercepat modernisasi sektor peternakan nasional.

Dengan dukungan pemerintah, inovasi yang sebelumnya berkembang di lingkungan akademik kini didorong agar mampu memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.

Ayam ALOPE UNHAS-1 merupakan hasil pemuliaan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin yang memiliki produktivitas tinggi dan mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan tropis Indonesia.

Pengembangannya diharapkan menjadi salah satu sumber bibit ayam lokal unggul yang mampu meningkatkan produktivitas peternak sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Fadjry Djufry, mengatakan kolaborasi dengan Universitas Hasanuddin menjadi bagian dari upaya mempercepat hilirisasi hasil riset agar tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat diterapkan secara nyata oleh masyarakat.

“BRMP memiliki mandat untuk mempercepat pemanfaatan inovasi pertanian. Karena itu, hasil-hasil penelitian yang telah terbukti potensinya harus didorong agar dapat dimanfaatkan secara luas. Pengembangan Ayam ALOPE UNHAS-1 merupakan salah satu bentuk implementasi kerja sama BRMP dengan Universitas Hasanuddin yang diinisiasi Bapak Menteri Pertanian untuk memperkuat penyediaan sumber protein hewani sekaligus meningkatkan daya saing peternakan nasional,” kata Fadjry.

Ia menambahkan, sinergi pemerintah dengan perguruan tinggi diharapkan mampu mempercepat adopsi inovasi oleh masyarakat, pelaku usaha, maupun pemerintah daerah sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas.

Sementara itu, Dekan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Syahdar Baba, S.Pt., M.Si., mengapresiasi dukungan Kementerian Pertanian melalui BRMP terhadap pengembangan Ayam ALOPE UNHAS-1.

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi momentum penting untuk memperluas pemanfaatan inovasi yang telah dikembangkan sivitas akademika Unhas sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi peternak dan masyarakat.

“Kami berharap program ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata dalam mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus mewujudkan ekonomi sirkular yang berkelanjutan,” ujar Prof. Syahdar Baba.

Dalam operasionalisasinya, BRMP Peternakan dan Kesehatan Hewan Bogor berkoordinasi langsung dengan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin dalam pengembangan indukan ayam lokal melalui sinergi sumber daya kedua belah pihak.

Melalui kolaborasi tersebut, Kementerian Pertanian terus mendorong pemanfaatan inovasi hasil riset untuk meningkatkan produksi dan ketersediaan pangan bergizi, termasuk protein hewani.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

Dengan dukungan anggaran Rp2,1 miliar dan target pengembangan 5.000 indukan Ayam ALOPE UNHAS-1, pemerintah optimistis inovasi karya anak bangsa mampu menjadi fondasi penguatan industri perunggasan nasional, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta mempercepat terwujudnya swasembada protein di Indonesia.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang.Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Redaktur
Gesha Yuliani Nattasya, Redaktur
Tim Redaksi :
Redaktur
Redaktur
Administrator

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU