HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty menyerukan langkah deeskalasi segera di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Ia memperingatkan risiko situasi yang semakin memburuk jika konflik tidak segera diredam.
Seruan tersebut disampaikan Abdelatty dalam serangkaian pembicaraan telepon dengan sejumlah menteri luar negeri negara Arab pada Senin (2/3). Negara yang dihubungi antara lain Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Qatar, Oman, Bahrain, Yordania, dan Irak.
Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Mesir, pembicaraan itu membahas perkembangan situasi yang dinilai bergerak cepat dan berisiko tinggi, termasuk serangan Iran terhadap beberapa negara di kawasan.
Abdelatty menegaskan dukungan Mesir terhadap negara-negara Arab yang terdampak serta mengecam serangan yang disebutnya tidak dapat diterima. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kedaulatan dan stabilitas wilayah negara-negara Arab. Ia mendesak agar Iran segera menghentikan serangan terhadap negara-negara Arab serta meminta seluruh pihak menahan diri.
“Menahan diri semaksimal mungkin, memprioritaskan dialog, dan mengutamakan akal sehat serta solusi politik maupun diplomatik,” demikian disampaikan Abdelatty kepada semua pihak, dikutip Holopis.com, Selasa (3/3).
Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein juga melakukan komunikasi dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan. Dalam pembicaraan tersebut, Hussein mendorong penerapan gencatan senjata dan langkah deeskalasi guna melindungi warga sipil dan menjaga stabilitas kawasan.
Upaya diplomatik ini berlangsung di tengah eskalasi konflik yang dipicu serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah kota di Iran pada Sabtu (28/2). Serangan tersebut dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei bersama sejumlah pejabat militer dan warga sipil.
Iran kemudian melancarkan serangan balasan melalui rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai negara Timur Tengah, sehingga memperluas ketegangan di kawasan.


