HOLOPIS.COM, JAKARTA – Iran melancarkan serangan ke sejumlah aset Amerika Serikat di negara-negara Teluk sebagai respons atas operasi militer gabungan AS dan Israel terhadap wilayahnya. Langkah tersebut memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Iran pada Sabtu mengonfirmasi serangan yang menyasar beberapa titik di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Negara-negara tersebut diketahui menjadi lokasi pangkalan udara yang menampung aset militer AS.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang seluruh target militer Israel dan Amerika Serikat di kawasan.
“Semua target militer Israel dan AS di Timur Tengah telah dihantam oleh pukulan kuat rudal Iran,” demikian pernyataan IRGC, dikutip Holopis.com, Minggu (1/3).
“Operasi ini akan terus berlanjut tanpa henti hingga musuh benar-benar dikalahkan,” lanjutnya.
IRGC juga menegaskan seluruh aset AS di kawasan kini dianggap sebagai target yang sah.
Di sisi lain, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Hamid Ghanbari menyatakan bahwa negaranya memiliki hak untuk membela diri. Ia juga menyampaikan penyesalan atas dampak kemanusiaan yang mungkin timbul akibat eskalasi militer saat ini.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, dalam surat kepada Dewan Keamanan PBB dan Sekretaris Jenderal Antonio Guterres, menegaskan komitmen negaranya untuk mempertahankan diri.
“Iran akan terus menggunakan haknya untuk membela diri secara tegas dan tanpa ragu hingga agresi berhenti sepenuhnya dan tanpa syarat,” tulis Araghchi.
Sebagai informasi, Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada hari Sabtu (28/2). Donald Trump mengklaim bahwa serangan itu dilakukan untuk melindungi Amerika Serikat dan sekutunya di masa depan.


