HOLOPIS.COM, JAKARTA – Berawal dari kecintannya terhadap olah raga Padel, aktor Rezky Aditya kemudian mantap menjadikan kegemarannya menjadi ladang uasaha baru. Tidak tanggung-taggung hingga kini Rezky sudah memiliki sebanyak 5 (lima) cabang yang tersebar di seluruh Jakarta.
Menariknya, bisnis lapangan padel bukan hanya sebagai fasilitas olahraga, tetapi juga sebagai ruang bertemu lintas profesi. Tempat ini dirancang menjadi titik temu bagi kalangan selebriti, pebisnis, hingga komunitas untuk berolahraga sekaligus membuka peluang kolaborasi profesional dalam suasana santai.
“Iya, bukan cuma selebriti tetapi pengusaha-pengusaha. Dan di sini kan kalau udah ketemu bisa membahas apa yang bisa dikerjakan,” ujar Rezky saat ditemui di Monarch Pejaten, Sabtu (14/2).
Untuk memperkuat ekosistem komunitas tambah Rezky, Monarch juga menyiapkan agenda pertandingan yang melibatkan kalangan publik figur. Ini dilakukan dmsebagai bagian dari aktivitas rutin yang mendukung interaksi lintas profesi.
“Iya sih, kalau itu udah jadi salah satu agenda sih. Aku udah coba berbagai jenis olahraga tapi ga pernah secinta ini sama Padel,” katanya.
Dalam mengembangkan bisnis ini, Rezky menyampaikan bahwa pemilihan lokasi menjadi faktor penting. Sebab harus mampu mendukung aktivitas olahraga sekaligus aktivitas sosial dan networking lintas profesi yang menjadi konsep utama Monarch.
“Karena waktu itu kita cari tempat untuk yang club itu yang bagus, tempat yang layak untuk kita jadikan lapangan, strategis, marketnya juga luas.”
Rezky menilai keberadaan Monarch memiliki nilai tambah karena tidak hanya menghadirkan fasilitas olahraga, tetapi juga pengalaman bersosialisasi yang membuat pengunjung nyaman berlama-lama dan membangun relasi baru.
“Ini kalau di Monarch sama di tempat lain di sini bukan cuma tempat padel tapi juga tempat nongkrong. Rasa enggak mau pulangnya ada gitu dan kita ngebuatnya ini seperti rumah sendiri. Moga-moga ke depannya semakin ramai yang merasakan kalau Monarch itu seperti rumah sendiri, di sini kita juga ketemu sama komunitas-komunitas lain.” Tutupnya.


