SDR Nilai Bos BEI dan OJK Merasa Gagal Jawab Tantangan Pemerintah Keluar dari Krisis Ekonomi

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Direktur eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto menduga bahwa mundurnya sejumlah praktisi ekonomi di Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah, karena mereka merasa tidak sanggup mewujudkan semangat pemerintah yang ingin keluar dari krisis ekonomi.

Apalagi menurutnya, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto saat ini memang cukup fokus untuk memperbaiki tata kelola ekonomi nasional.

“Karena ketidakmampuan mereka mengantisipasi kondisi dan situasi kekinian yang memberikan dampak signifikan,” kata Hari dalam keterangan persnya, Senin (2/1/2026).

Salah satunya adalah Bursa Efek Indonesia, di mana pasar saham mengalami penurunan cukup drastis di akhir pean kemarin, akibatnya puluhan saham emiten gagal memenuhi persyaratan free float.

Ditambah lagi persoalan politik juga menjadi salah satu pemicunya. Sebab Hari menyebut Prabowo Subianto dengan konsep Prabowonomic memaksa semua pihak benar-benar satu komando dengan panglima tertinggi di Republik Indonesia itu.

Pun demikian, aktivis 98 ini pun mengatakan bahwa gejolak ekonomi semacam itu sebenarnya masih di level makro, sehingga tidak secara signifikan serta merta berpengaruh pada ekonomi mikro. Publik di kalangan kelas menengah ke bawah tak terlalu terganggu dengan situasi tersebut dalam jangka pendek.

- Advertisement -

“Bagi masyarakat menengah ke bawah tidak memberikan dampak selama kebutuhan sehari-hari terpenuhi dan transaksi pasar jual beli barang masih berjalan,” tuturnya.

Sebelumnya diketahui, bahwa telah terjadi gelombang pengunduran diri di sektor ekonomi. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Iman Rachman telah mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya tersebut pada hari Jumat, 30 Januari 2026.

Selanjutnya ada tiga petinggi OJK menyampaikan pengunduran pada Jumat sore, mereka antara lain ;

1. Mahendra Siregar selaku Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK,
2. Inarno Djajadi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) OJK, serta
I. B. Aditya Jayaantara, Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (DKTK) OJK.

Tak lama berselang, Mirza Adityaswara, Wakil Ketua DK OJK, turut mengundurkan diri dari jabatannya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU