DPRD DKI Minta Sistem Penyaluran Pangan Murah By Name By Address

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Ketua Fraksi DPRD DKI Jakarta, Ramly Hi Muhammad, mengkritik pelaksanaan program gerakan pangan murah di DKI Jakarta yang dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan dan merugikan masyarakat.

Ramly mengawali pernyataannya dengan menyampaikan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya KAPD. Namun, ia menyesalkan adanya bantuan yang tidak sampai ke masyarakat.

“Pertama, kami ingin menyampaikan terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Pemprov DKI Jakarta, khususnya KAPD. Namun, bantuan Rp300.000 untuk pangan murah yang semestinya dibagikan, ternyata ditarik kembali,” ujar Ramly dalam Rapat Paripurna DPRD Jakarta tentang Penyampaian Pidato Gubernur DKI Jakarta terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Sistem Pangan, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa dalam pembahasan bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta dan Sekretaris Daerah, telah disepakati mekanisme penyaluran bantuan dilakukan secara by name by address. Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal sebaliknya.

“Kedua, beberapa hari lalu saat pembahasan di Banggar bersama Pak Sekda, telah ada kesepakatan bahwa pangan murah dibagikan secara by name by address,” kata Ramly.

Menurutnya, banyak warga yang telah datang sejak dini hari untuk mendapatkan bantuan, tetapi akhirnya pulang dengan tangan kosong.

- Advertisement -

“Faktanya, masyarakat yang sudah dijanjikan datang sejak pukul 05.00 hingga 07.00 pagi, ternyata tidak mendapatkan bantuan tersebut,” ujarnya.

Ramly juga mengungkapkan informasi yang ia terima terkait dominasi penerima bantuan dari kalangan tertentu.

“Kami mendapat informasi bahwa pangan murah ini didominasi oleh PPSU dan PKK. Ketika mereka sudah mengambil, yang tersisa untuk masyarakat hanya sekitar 20 persen,” katanya.

Atas kondisi tersebut, Ramly meminta agar sistem penyaluran segera diperbaiki sesuai kesepakatan awal.

“Karena itu, kami meminta agar sistem ini diubah menjadi by name by address. Jika sistemnya benar, datang terlambat pun seharusnya tetap mendapatkan,” ujarnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Aisha Balqis Salsabila
Muhammad Ibnu Idris
Aisha Balqis Salsabila, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU