Banjir Masih Bertahan di Daerah Karawang dan Kabupaten Bekasi

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir hingga saat ini masih bertahan melanda sejumlah rumah warga di Kabupaten Karawan dan Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, untuk di Kabupaten Karawang, banjir masih merendam 15 desa dan kelurahan di tujuh kecamatan dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 150 sentimeter.

“Banjir akibat jebolnya tanggul sungai di Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan, telah berlangsung selama delapan hari,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Senin (2/2).

Sebanyak 3.322 unit rumah terdampak, dengan jumlah warga terdampak mencapai 3.964 KK atau 11.924 jiwa. Abdul mengatakan bahwa hingga saat ini jumlah pengungsi, baik mandiri maupun terpusat, tercatat sebanyak 3.368 jiwa.

Di Kabupaten Bekasi, Abdul menjelaskan bahwa banjir tercatat melanda 45 desa di 14 kecamatan. Dibandingkan kondisi pada Jumat (30/1), terjadi penurunan wilayah terdampak, yakni jumlah kecamatan sebesar 17,6 persen, desa 27,4 persen, dan titik pengungsian 14,3 persen.

Jumlah warga terdampak mencapai 51.796 KK, sementara warga mengungsi berjumlah 1.388 KK.

- Advertisement -

“Terdapat dua korban jiwa meninggal dunia akibat epilepsi setelah berenang dan tergelincir di sungai,” ujarnya.

Selain banjir, longsor juga terjadi di delapan titik di Kecamatan Babelan, Tambun Utara, Serang Baru, dan Bojongmangu. BPBD Kabupaten Bekasi telah menurunkan personel untuk penanganan di lokasi terdampak.

Merespons berbagai kejadian bencana hidrometeorologi basah, Abdul mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari sumber resmi, seperti BNPB, BMKG, dan pemerintah daerah.

Masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air, serta menyiapkan kebutuhan darurat seperti dokumen penting, obat-obatan, dan perlengkapan evakuasi. Kewaspadaan perlu ditingkatkan apabila terjadi hujan lebat berkepanjangan atau kenaikan tinggi muka air.

“Pemerintah daerah diharapkan memperkuat sistem peringatan dini, memastikan kesiapan infrastruktur pengendalian banjir, serta meningkatkan koordinasi lintas sektor dan dengan masyarakat,” imbaunya.

“Edukasi publik, simulasi kesiapsiagaan, dan respons cepat saat kondisi darurat menjadi kunci dalam melindungi warga dan mengurangi dampak bencana,” sambungnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Ronald Steven

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

Berita Lainnya

YANG BARU