HOLOPIS.COM, JAKARTA – Meski pengiriman bantuan kemanusiaan terus berlangsung dan upaya perluasan layanan dilakukan, kondisi di Jalur Gaza masih berada pada tingkat yang sangat kritis. Hal itu disampaikan para petugas kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa (27/1), terutama bagi ratusan ribu keluarga yang masih membutuhkan bantuan mendesak.
“PBB bersama mitra-mitranya telah menyediakan roti harian bagi sekitar 43 persen penduduk Gaza, yang didistribusikan secara gratis maupun dijual dengan harga subsidi di bawah 1 dolar AS per paket seberat dua kilogram,” demikian disampaikan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), dikutip Holopis.com, Rabu (28/1).
Program distribusi roti tersebut melengkapi penyaluran tepung terigu bulanan yang diberikan langsung ke tingkat rumah tangga. Sepanjang bulan ini, mitra kemanusiaan telah menyalurkan tepung kepada sekitar 1,2 juta orang sebagai bagian dari paket bantuan pangan standar.
Selain bantuan pangan, OCHA mencatat bahwa lebih dari 7.500 keluarga telah menerima bantuan tempat tinggal darurat berupa tenda, terpal, alas tidur, kasur, dan selimut. Sementara itu, mitra perlindungan anak juga menyalurkan pakaian musim dingin kepada sekitar 1.400 anak di berbagai wilayah Gaza.
Badan PBB tersebut turut melaporkan adanya tambahan satu korban jiwa anak akibat hipotermia selama akhir pekan lalu. Dengan demikian, jumlah kematian anak yang berkaitan dengan cuaca dingin di Gaza kini mencapai 10 orang.
OCHA menegaskan bahwa solusi jangka panjang sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan lebih dari satu juta warga yang memerlukan bantuan tempat tinggal. Kebutuhan tersebut mencakup peralatan perbaikan rumah, bahan untuk membangun ruang pemanas komunal, serta perlengkapan untuk membersihkan puing dan reruntuhan guna membuka lahan hunian.
“Sejak Rabu (21/1), mitra kemanusiaan yang memimpin upaya perlindungan telah menjangkau lebih dari 2.300 keluarga dengan voucher tunai dan bantuan perlengkapan musim dingin,” kata OCHA. “Mereka juga memberikan dukungan kesehatan mental dan psikososial serta bantuan manajemen kasus kepada ratusan warga,” demikian pernyataan OCHA.
Di sisi lain, OCHA menyampaikan peringatan dari mitra perlindungan global terkait situasi di Tepi Barat. Dalam laporan yang dirilis pada Jumat (23/1), disebutkan bahwa penggunaan kekuatan berlebihan oleh pasukan Israel telah menyebabkan tingginya angka kematian dan cedera, terutama di kalangan pria dan anak laki-laki Palestina.

