Sudaryono Sorot Pesan Tegas Prabowo: Orang Pinter Belum Tentu Bener

0 Shares

HOLOPIS.COM, SEMARANG – Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah, Sudaryono, mengungkap pesan keras Presiden RI Prabowo Subianto saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia, yang dipusatkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

Di balik momen peresmian itu, Prabowo tak kuasa menahan emosi melihat perubahan nasib anak-anak dari keluarga kurang mampu, yang kini mendapatkan akses pendidikan berkualitas melalui program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo.

Sudaryono menuturkan, Prabowo terharu menyaksikan anak-anak yang sebelumnya kesulitan mengenyam pendidikan, kini berdiri percaya diri dengan seragam lengkap serta fasilitas sekolah berasrama.

“Beliau sangat emosional. Negara benar-benar mengangkat anak-anak yang dulu sulit akses pendidikan, sekarang punya fasilitas pendidikan yang layak dan bermartabat,” kata Sudaryono dalam unggahan di akun Instagramnya, dikutip Holopis.com, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, konsep Sekolah Rakyat berasrama dirancang serius sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas tinggi, yang ditujukan bagi anak-anak dari latar belakang petani, buruh, hingga pemulung.

Menurutnya, kehadiran Sekolah Rakyat menjadi bukti nyata kehadiran negara dalam mengangkat derajat mereka yang selama ini kerap terlewatkan oleh sistem.

- Advertisement -

Sudaryono mencontohkan, salah satu siswa bahkan mampu berpidato dalam bahasa Inggris dengan sangat lancar, meski belum pernah menginjakkan kaki ke luar negeri.

Hal itu, menurutnya, membuktikan bahwa potensi anak-anak Indonesia sangat besar jika diberi kesempatan yang adil. “Potensi mereka luar biasa. Tugas negara adalah membuka pintu kesempatan itu,” ujar pria yang juga menjabat Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) itu.

Lebih jauh, Sudaryono menyoroti pesan Presiden Prabowo terkait mentalitas dan nilai kehidupan. Kepala Negara, kata dia, menegaskan agar anak-anak tidak pernah minder dengan latar belakang pekerjaan orang tua, selama pekerjaan tersebut halal dan jujur.

“Jangan pernah minder punya orang tua yang kerjanya kasar, asal halal. Keringat tukang becak atau pemulung jauh lebih terhormat dibanding orang berdasi yang ngakunya pinter tapi malah nyuri duit rakyat,” tegas Sudaryono mengutip pesan Prabowo.

Pesan tersebut dirangkum Prabowo dalam satu kalimat tajam, yakni ‘orang pinter belum tentu bener’. Kehormatan, menurut Presiden, tidak diukur dari jabatan atau pangkat, melainkan dari kerja keras dan kejujuran.

Sudaryono pun berpesan kepada para siswa Sekolah Rakyat agar memanfaatkan seluruh fasilitas pendidikan yang diberikan negara dengan sebaik-baiknya. Ia meminta para siswa menghormati orang tua yang telah bekerja keras demi masa depan anak-anaknya.

“Sekarang saatnya adik-adik ini membuktikan bahwa anak dari keluarga sederhana bisa menjadi pemimpin masa depan, cerdas secara intelektual dan lurus hatinya,” pungkas Sudaryono.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU