HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir kembali terjadi di wilayah Banten, dimana kali ini melanda Kabupaten Pandeglang.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada Senin (12/1) menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.
“Banjir terjadi akibat luapan Sungai Cilemer, Cikaret, Dayeuh, Cilatak, dan Ciliman,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (13/1).
Banjir tersebut menurut Abdul, merendam permukiman warga dengan tinggi muka air bervariasi antara 20 sentimeter hingga 1 meter.
Sebanyak 9 kecamatan dan 23 desa terdampak, meliputi Kecamatan Patia, Sumur, Labuan, Cikeusik, Cigeulis, Pagelaran, Panimbang, Sobang, dan Saketi.
“Berdasarkan pendataan sementara, banjir berdampak pada 537 KK atau 2.051 jiwa. Sekitar 300 KK mengungsi di Masjid Agung Kecamatan Sobang,” ujarnya.
Abdul menjelaskan, dari data yang ada tercatat kurang lebih 537 unit rumah terdampak, 8 unit rumah mengalami rusak ringan, serta beberapa fasilitas umum dan fasilitas sosial turut terdampak, termasuk satu unit penggilingan padi.
Hingga Senin sore genangan air masih terpantau di sejumlah wilayah dengan tinggi muka air antara 20 hingga 100 sentimeter.
Berdasarkan prakiraan potensi cuaca ekstrem yang dikeluarkan oleh instansi terkait pada periode 13 hingga 15 Januari 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih didominasi curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang berpotensi disertai angin kencang.
Merespons hal tersebut, Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat diminta memantau prakiraan cuaca secara berkala, memeriksa dan memelihara fungsi saluran drainase, serta memangkas pohon-pohon rimbun yang berpotensi membahayakan.
“Apabila hujan lebat mengguyur wilayah lebih dari satu jam dan menyebabkan jarak pandang terbatas, masyarakat diimbau melakukan evakuasi mandiri atau mengikuti arahan petugas berwenang, serta menghindari daerah aliran sungai dan area lereng perbukitan,” imbaunya.


