HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI Umar Husin mengecam aksi tendang dada pemain yang dilakukan pemain Liga 4 Jatim. Umar pun berharap ada sanksi tegas yang diberikan.
Perlu diketahui bersama, tersaji laga antara PS Putra Jaya Pasuruan vs Perseta Tulungagung di Gelora Bangkalan, Madura, Senin (5/1/2026).
Pada pertandingan tersebut, terdapat aksi tidak sportif yang dilakukan oleh pemain Putra Jaya Muhammad Hilmi Gimnastiar, dimana ia kedapatan menendang dada pemain Perseta, Firman Nugraha.
Hilmi lekaukan aksi tersebut saat hendak merebut bola. Setelah kejadian, Firman langsung tersukur. Di sisi lain, Hilmi pun langsung diganjar kartu merah oleh wasit.

Hal ini mendapat perhatian PSSI, bahkan Umar Husin mengecam keras aksi tidak sportif tersebut.
“Jadi semua olahraga itu harus menjamin keselamatan atletnya. Jadi pertandingan bisa ditunda, bisa dibatalkan, bisa ditutup kalau mengancam keselamatan atlet dan pihak-pihak yang terlibat. Itu diatur di Undang-Undang Olahraga ya, Undang-Undang Keolahragaan Nasional, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022,” ucapnya, sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com.
“Itu banyak sekali pasal-pasal yang mengatur tentang keutamaan menyangkut keselamatan atlet. Misalkan atlet sakit dipaksa main, itu enggak boleh gitu,” sambungnya.
“Turunannya khusus sepak bola itu ada di Kode Disiplin gitu ya. Memang untuk mencegah berulangnya tindakan-tindakan brutal, memang harus ditegakkan secara tegas,” tambahnya.
“Pada prinsipnya kita itu ingin mengembangkan dunia sepak bola, membantu federasi mengembangkan sebuah kondisi yang kondusif untuk perkembangan sepak bola ya. Artinya bagaimana sepak bola itu berkembang dengan sehat, dengan baik, dan tidak merugikan pihak lain,” tukasnya.
Lebih lanjut, Umar menyampaikan bahwa pihak yang mengancam atmosfer sepakbola yang sehat ini harus ditertibkan.
“Mesti kita berikan teguran, denda, sanksi, dan lain sebagainya demi tegaknya fair play dan rule of the game dari olahraga khususnya sepak bola,” ujarnya lagi.
“Nah, kita dalam komitmen melindungi atlet itu, kita sebagai Komite Disiplin, iya kan, akan menegakkan aturan dalam rangka melindungi olahraga, melindungi atlet, dan menciptakan sebuah lingkungan yang kondusif bagi berkembangnya sepak bola di tanah air. Oleh karena itu, bagi pihak-pihak yang mengancam perkembangan sepak bola yang kondusif ini yang akan kita berikan tindakan,” tambahnya.
Umar juga ingin bahwa pihak panitia memberikan sanksi yang tegas terhadap para pelanggar.
“Kami menghimbau kepada teman-teman yang menjadi Panitia Disiplin atau berperan sebagai Komite Disiplin di semua tingkatan liga untuk tidak ragu-ragu menghukum pihak-pihak yang melakukan pelanggaran-pelanggaran yang keras, brutal, sehingga tidak mengganggu jalannya kompetisi,” katanya lagi.
“Itu himbauan kami selaku Ketua Komdis kepada semua pihak yang bertugas sebagai Panitia Disiplin maupun sebagai Komite Disiplin di semua tingkatan liga agar memperhatikan Kode Disiplin dan rule of the game yang lain gitu ya,” sambungnya.
“Bahwa memang tidak hanya di Kode Disiplin tentang jaminan keselamatan atlet itu, tapi juga dijamin di Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) ya,” jelasnya.
“Jadi itu penegasannya, agar Komdis di tingkat daerah ataupun Pandis (Panitia Disiplin) itu bisa bertindak tegas tanpa ragu-ragu gitu. Demi melindungi olahraga, khususnya sepak bola dan atlet. Terkait kejadian tersebut kami rasa harus dihukum seberat-beratnya, seperti larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup,” imbuhnya.


