Pacu Swasembada Beras Berkelanjutan, Kementan Perkuat Irigasi Pertanian

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementerian Pertanian terus memperkuat pembangunan dan pengelolaan jaringan irigasi pertanian sebagai langkah strategis mewujudkan swasembada beras nasional secara berkelanjutan.

Dirjen LIP Kementan Hermanto menegaskan, bahwa pengelolaan air memegang peranan krusial dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Menurutnya, sistem irigasi yang dikelola secara tepat tidak hanya berdampak teknis, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap produktivitas pertanian.

“Pengelolaan air yang tepat bukan sekadar teknis semata, tetapi juga berdampak langsung pada ketahanan pangan,” kata Hermanto dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Holopis.com, Kamis (1/1/2026).

Hermanto menjelaskan, dengan perhitungan dan pengelolaan air yang akurat, petani dapat memaksimalkan penggunaan air, mengurangi risiko kekurangan pasokan saat musim kemarau, serta meningkatkan hasil produksi pertanian. Untuk itu, Ditjen LIP terus melakukan pembangunan, peningkatan, rehabilitasi, hingga operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi pertanian di berbagai daerah.

Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Kementerian Pekerjaan Umum, khususnya Ditjen Sumber Daya Air (SDA) serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) di daerah.

“Melalui perbaikan jaringan irigasi tersier dan koordinasi dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), distribusi air ke lahan pertanian dapat dijaga dengan baik,” ujarnya.

- Advertisement -

Hermanto menambahkan, penguatan irigasi pertanian sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan Nasional yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto pada 30 Januari 2025.

Dengan terbitnya Inpres tersebut, pemerintah mempercepat perbaikan infrastruktur irigasi di Daerah Irigasi (DI) yang sekitar 60 persen kondisinya dinilai kurang optimal dalam menyediakan air untuk persawahan.

Menurut Hermanto, realisasi Inpres tahap pertama dengan target 280.880 hektare telah mencapai 99,93 persen dan memenuhi target yang ditetapkan. Sementara itu, Inpres tahap kedua dengan target 225.775 hektare mencatat capaian 83,46 persen pada jaringan irigasi utama, 98,66 persen pada jaringan irigasi tersier, serta 92,25 persen pada pembangunan dan rehabilitasi Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT).

Adapun pada Inpres tahap ketiga, dengan target luasan 146.503 hektare, realisasi pembangunan jaringan irigasi utama mencapai 67,67 persen, jaringan irigasi tersier 87,57 persen, dan pembangunan serta rehabilitasi JIAT sebesar 93,91 persen.

“Ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi bersama dengan Kementerian PU, termasuk dukungan kuat dari pemerintah daerah,” tambah Hermanto.

Penguatan irigasi pertanian ini turut berkontribusi pada peningkatan produksi beras nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Indonesia pada 2025 mencapai 34,77 juta ton atau meningkat 13,54 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong oleh pertambahan luas panen hampir 13 persen dengan potensi produksi padi mencapai 60,34 juta ton gabah kering giling (GKG).

Pencapaian ini menegaskan bahwa penguatan irigasi pertanian menjadi fondasi penting dalam menyediakan air bagi lahan pertanian, sekaligus mendukung peningkatan produksi beras nasional dan ketahanan pangan jangka panjang.

“Tahun ini dan tahun-tahun berikutnya implementasi Inpres 2/2025 akan dilanjutkan yang juga diperkuat dengan kegiatan strategis lain seperti Optimasi Lahan (Opla) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR),” katanya.

“Kegiatan-kegiatan tersebut akan terus diimplementasikan di seluruh wilayah Indonesia sebagai wujud komitmen Kementerian Pertanian untuk swasembada pangan,” tambah Hermanto.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU