HOLOPIS.COM, JAKARTA – Generasi Z (Gen Z) menunjukkan performa paling menonjol dalam kualitas kehidupan beragama umat Islam di Indonesia. Di mana tingkat toleransi beragama Gen Z berada di atas generasi Milenial, Generasi X, dan Baby Boomers.
Hal itu terungkap dalam Survei Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam Tahun 2025 yang dirilis Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) yang bekerja sama dengan Alvara Strategic Research.
Tak hanya itu, Gen Z juga masuk kelompok dengan indeks kemampuan membaca Al-Qur’an tertinggi dibandingkan generasi lainnya. Temuan ini dinilai menjadi sinyal optimistis bagi masa depan kehidupan beragama di Indonesia.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat menyebut, hasil survei tersebut sebagai capaian menggembirakan yang patut dijadikan rujukan dalam perumusan kebijakan.
“Hasilnya cukup menggembirakan dan memberikan optimisme. Laporan ini idealnya menjadi acuan bagi para pengambil kebijakan untuk merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama di tanah air,” ujar Arsad di Jakarta, dikutip Holopis.com, Kamis (1/1/2026).
Menurut Arsad, capaian positif tersebut sejalan dengan visi Asta Cita Pemerintah, terutama dalam penguatan sumber daya manusia dan kerukunan sosial sebagai fondasi stabilitas nasional. Ia menegaskan, karakter toleran dan literasi keagamaan generasi muda harus terus dijaga.
“Penguatan aspek yang sudah baik, seperti toleransi dan literasi kitab suci pada generasi muda, harus terus dikawal agar menjadi karakter permanen bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Peneliti Alvara Strategic Research, Lilik Purwandi, menilai Gen Z memiliki peran strategis sebagai motor penggerak menuju Indonesia Emas 2045.
Berdasarkan survei, indeks kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tartil pada Gen Z mencapai 56,29, lebih tinggi dibandingkan Milenial (54,06), Generasi X (53,97), dan Baby Boomers (50,95).
Dari sisi toleransi beragama, Gen Z juga mencatat skor tertinggi pada indikator sikap tidak membubarkan kegiatan keagamaan kelompok lain dengan indeks 80,03. Angka tersebut melampaui Milenial (78,77), Generasi X (78,97), dan Baby Boomers (78,81). Secara keseluruhan, indeks pengamalan toleransi Gen Z berada di angka 79,65.
“Data ini menunjukkan Gen Z memiliki kedewasaan sikap yang luar biasa dalam menghargai perbedaan. Mereka adalah generasi yang paling menolak praktik persekusi atau pembubaran kegiatan keagamaan pihak lain,” ujar Lilik.
Survei ini melibatkan 1.208 responden Muslim di 34 provinsi menggunakan metode multistage random sampling melalui wawancara tatap muka langsung. Margin of error tercatat sebesar 2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Secara nasional, Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam Tahun 2025 berada pada angka 78,80 dan masuk kategori tinggi, dengan dimensi akhlak mencatat skor tertinggi sebesar 81,88.


