HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketersediaan air bersih dan akses komunikasi bagi warga terdampak banjir di Aceh Tamiang mulai pulih. Setelah sebelumnya mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan harian, masyarakat kini kembali dapat minum, memasak, beribadah, serta menghubungi keluarga.
Sebanyak 118 tangki air bersih berkapasitas 8.000 liter dikirim ke wilayah yang sumber airnya tercemar banjir. Distribusi dilakukan secara bertahap selama satu pekan. Bersamaan dengan itu, layanan telekomunikasi di sejumlah titik juga kembali aktif sehingga warga dapat mengakses informasi dan mengurus kebutuhan dasar.
“Hari ini kami berangkatkan bantuan air bersih dan kebutuhan harian warga dari Kemkomdigi dan mitra. Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat bagi keluarga dan saudara-saudari kita yang ada di wilayah terdampak, khususnya di Aceh Tamiang,” ujar Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid, sebagaimana dikutip Holopis.com dalam siaran pers, Senin (29/12/2025).
Meutya menyebut progres pemulihan jaringan telekomunikasi di wilayah terdampak telah melampaui 95 persen. Meski demikian, beberapa titik seperti Benar Meriah, Aceh Tamiang, dan Gayo Lues masih bergantung pada pasokan listrik sehingga pemulihan jaringan berada pada kisaran 60–80 persen.
“Pemulihan jaringan tergantung ketersediaan pasokan listrik. Kami terus memantau titik-titik tersebut untuk mempercepat pemulihannya,” jelas Meutya.


