Balet Klasik dan Tari Inklusif Guncang Jakarta dalam Semangat Pertukaran Budaya

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta menjadi saksi atas malam pertunjukan tari yang luar biasa pada 9 Desember 2025, menyajikan kontras estetika yang memukau namun bersatu dalam semangat seni tanpa batas.

Dalam skena yang jarang terjadi, kemewahan balet kontemporer legendaris bersanding dengan eksplorasi gerak inklusif yang mentransformasi, menegaskan posisi Jakarta sebagai pusat dialog seni global.

Di Aula Utama, English National Ballet (ENB) mementaskan Akram Khan’s Giselle, reinterpretasi radikal dari balet romantis abad ke-19. Sementara itu, di panggung yang berbeda, penonton disajikan energi eksplosif dari Factory Devotion, sebuah kolaborasi dinamis antara penari Indonesia yang ikonik, Arif ‘One Legz’, dan koreografer Inggris, Lauren Russel.

Pertunjukan oleh ENB, yang dibawa sebagai bagian dari perayaan ulang tahun ke-75 perusahaan balet bergengsi tersebut, menawarkan keanggunan yang gelap dan puitis. Akram Khan berhasil merombak narasi tradisional menjadi kisah kontemporer tentang pengkhianatan dan migrasi, yang dihidupkan oleh puluhan penari dengan kostum yang menawan dan tata lampu yang dramatis.

Namun, perhatian tak kalah besar tertuju pada Factory Devotion. Tampil dengan eksplorasi gerak yang intens, Arif ‘One Legz’ yang terkenal karena kemampuannya menantang keterbatasan fisik bersama Lauren Russel menyajikan dialog tari yang jujur dan garang.

Pertunjukan ini berhasil membuktikan bahwa kelemahan dapat menjadi kekuatan artistik, memadukan elemen street dance dengan gerak kontemporer yang memanfaatkan keberagaman tubuh penarinya.

- Advertisement -

Kehadiran dua karya kaliber internasional ini di Jakarta terwujud berkat inisiatif British Council Indonesia. Summer Xia, Country Director British Council Indonesia, menegaskan bahwa membawa Giselle adalah bentuk komitmen untuk memperkuat pertukaran budaya dua arah.

“Kami ingin menciptakan ruang bagi talenta Indonesia untuk merespons dan berdialog. Kolaborasi seperti Factory Devotion adalah bukti bahwa seni adalah bahasa universal yang tak mengenal sekat,” kata Xia.

Kolaborasi Arif ‘One Legz’ dan Lauren Russel sendiri merupakan hasil program residensi yang disponsori oleh British Council, bertujuan untuk mendorong karya-karya inklusif dan progresif.

Malam itu di TIM bukan hanya sekadar menyajikan tontonan, melainkan sebuah pernyataan. Pertunjukan ganda ini menyiratkan pesan kuat bahwa panggung seni kontemporer tidak hanya mampu menampung warisan klasik yang diinterpretasi ulang.

Acara ini juga memberi ruang yang setara bagi narasi-narasi baru yang lahir dari tantangan fisik, dialog budaya, dan keberanian eksplorasi. Acara ini meninggalkan kesan mendalam bahwa masa depan tari Indonesia akan semakin inklusif, berani, dan terhubung secara global.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dede Suhadi
Ronalds Petrus Gerson
Dede Suhadi, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU