HOLOPIS.COM, JAKARTA – Siapa bilang musik punk dan dukungan pemerintah tak bisa bersatu? Grup musik independen legendaris asal Malang, Begundal Lowokwaru, baru saja membuktikan bahwa batasan itu sudah usai.
Merayakan 26 tahun perjalanan liar mereka di skena musik Indonesia, band ini meluncurkan video musik terbaru, “Hello, We’re Coming Back,” yang uniknya, mendapat fasilitasi langsung dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf).
Perilisan digital video klip pada Selasa (9/12) ini menjadi penanda fase baru bagi Begundal Lowokwaru dan sekaligus menjadi barometer keberhasilan program Akselerasi Kreatif (AKTIF) Musik yang diinisiasi Ekraf.
Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa program AKTIF Musik ini didedikasikan untuk menjangkau semua genre, termasuk yang kerap dianggap minoritas, seperti komunitas punk.
“Melalui fasilitasi dan pendampingan ini, kami berharap mampu memperkuat ekosistem musik lokal dan nasional, tanpa memandang genre. Kami hadir untuk semua musisi Indonesia,” ujar Menteri Riefky, menunjukkan komitmen negara untuk merangkul keragaman kreatif.
Lagu “Hello, We’re Coming Back” bukan sekadar single biasa. Salah satu personel Begundal Lowokwaru mengungkap filosofi di baliknya yakni “Sejauh apa pun melangkah, selalu ada jalan untuk kembali kepada rumah, kepada semangat, dan kepada harapan yang sempat padam. Ini adalah pengingat bahwa perjalanan pulang juga bagian dari perjuangan.”
Komitmen ini diwujudkan Begundal Lowokwaru dalam eksplorasi visual yang total. Disutradarai oleh Qich Terror, video musik tersebut mengambil lokasi syuting di berbagai sudut Kota Malang dan Kota Batu.
Alih-alih mengandalkan studio mewah, mereka memilih lorong, jalanan, dan ruang publik pinggir kota sebagai representasi kultur urban yang membentuk identitas mereka sejak awal.
Visual naratifnya terbilang ambisius yakni memadukan dua lapisan waktu. Masa kini digambarkan suram dan penuh tekanan, sementara kilas balik masa lalu ditampilkan hangat dan penuh solidaritas.
Kontras ini menjadi metafora visual yang kuat tentang ‘pulang’—tidak hanya secara fisik, tetapi juga menemukan kembali keberanian dan jati diri di tengah hiruk pikuk kehidupan modern.
Dukungan pemerintah terhadap Begundal Lowokwaru ini menegaskan pesan bahwa ekosistem musik Indonesia semakin inklusif, membuktikan bahwa semangat independen dan perhatian negara dapat berjalan beriringan untuk memajukan kreativitas anak bangsa.


