Evakuasi Terus Berjalan, Ribuan Warga Karangligar Mengungsi Akibat Banjir

0 Shares

HOLOPIS.COM, KARAWANG – Banjir yang melanda Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, terus meluas dan memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka. Hingga Sabtu sore (6/12), sebanyak 1.268 jiwa dari Dusun Pangasinan dan Kampek tercatat telah mengungsi setelah debit air meningkat sejak Jumat pagi.

Sejumlah warga yang sebelumnya memilih bertahan akhirnya terpaksa dievakuasi menggunakan perahu karet oleh tim relawan. Selain membawa pakaian dan barang berharga, sebagian warga turut menyelamatkan gabah hasil panen, ayam, hingga domba agar tidak hanyut terbawa arus. Kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil sudah lebih dulu diamankan ke kantor desa sesaat setelah banjir mulai menerjang permukiman.

Meski debit Sungai Cibeet sempat menurun ke level aman, kondisi berbeda terjadi pada Sungai Citarum yang hingga kini masih berstatus awas. Situasi tersebut membuat sebagian warga tetap berjaga di sekitar permukiman untuk memantau kondisi rumah mereka, sementara warga lainnya memilih bertahan di lokasi-lokasi pengungsian terdekat.

Hingga petang, distribusi logistik di beberapa titik pengungsian masih belum merata. Warga di RT 01 mengaku kesulitan mendapatkan makanan karena bantuan belum menjangkau seluruh pengungsi. Persediaan yang tersedia dinilai masih jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan ribuan warga yang terdampak.

Bantuan dari BPBD Karawang yang diantar langsung oleh Kepala BPBD Usep Supriatna bersama Camat Telukjambe Barat, Rully Sutrisna, belum mampu mencapai seluruh titik pengungsian karena akses yang terisolasi oleh genangan air cukup dalam.

Bantuan dari Baznas Karawang yang tiba di kantor desa juga diharapkan segera dibagikan secara lebih merata agar seluruh warga terdampak memperoleh pasokan yang memadai.

- Advertisement -

“Kami benar-benar kesulitan. Sampai sore ini belum ada dapur umum. Beras saja tidak ada. Terpaksa warga mencari makan sendiri, sementara relawan berusaha menyalurkan nasi bungkus meski jumlahnya masih terbatas,” ungkap Kepala Dusun Pangasinan, Farman Dimas seperti dikutip Holopis.com.

Dari total warga terdampak, 10 di antaranya merupakan bayi dan 60 merupakan balita yang membutuhkan perhatian khusus. Sebagian besar pengungsi kini menempati masjid, musholla, kantor desa, serta rumah kerabat yang dinilai lebih aman dari rendaman banjir.

Dengan kondisi sungai yang belum stabil serta potensi hujan yang masih tinggi, warga berharap penanganan banjir dapat dilakukan lebih cepat. Mereka juga meminta agar distribusi bantuan dilakukan secara merata sehingga kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, dan perlindungan bagi kelompok rentan dapat segera terpenuhi.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Amirulloh
Ronalds Petrus Gerson
Amirulloh, Ronalds Petrus Gerson
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU