HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kota Solo, Jawa Tengah, dikenal sebagai surganya kuliner malam. Di antara berbagai pilihan yang melegenda, Soto Ayam Kampung Pak Timbul atau yang lebih dikenal dengan sebutan ‘Soto Lonte’ menjadi salah satu tujuan favorit warga maupun wisatawan.
Warung yang berlokasi di Jl. Honggowongso No. 107 B, Jayengan, Serengan ini telah berdiri lebih dari 20 tahun. Julukan ‘Soto Lonte’ sendiri muncul dari kebiasaan warung yang dahulu buka hampir tengah malam hingga menjelang subuh. Kondisi ini membuat tempat tersebut menjadi jujugan makan bagi berbagai kalangan, termasuk mereka yang pulang larut malam.
Salah satu komentar warganet turut menjelaskan asal mula nama tersebut.
“Kemungkinan karena dulu bukanya hampir tengah malem ke Subuh & biasanya jadi salah satu jujukan makan bubaran dugem mas. Dan yang dateng pakaiannya terbuka. Walau mungkin yang dateng bukan lonte tapi dengan stigma masyarakat selama ini yang menilai penampilan terbuka seperti itu, yaa paling gampang nyebutnya lonte,” ujar akun Instagram @adityasabarno dalam kolom komentar.
Terlepas dari nama uniknya, cita rasa soto di warung ini tetap menjadi alasan utama pengunjung datang kembali. Dengan harga hanya sekitar Rp6.000 per mangkuk, Soto Lonte dikenal sangat ramah di kantong. Porsi yang mengenyangkan membuat tempat ini tak pernah sepi pelanggan, terutama pada malam hari.
Selain kuah sotonya yang segar dan gurih, aneka gorengan seperti mendoan juga menjadi pendamping yang paling diburu. Warung ini terus dipadati pembeli berkat kombinasi rasa autentik, harga terjangkau, dan suasana khas kuliner malam Solo.
Dalam satu porsi Soto Ayam Kampung Pak Timbul, pembeli akan mendapatkan kuah bening gurih, tauge, seledri, bawang goreng, keripik kentang, irisan ayam kampung, dan nasi. Perpaduan sederhana namun kaya rasa itulah yang membuat Soto Lonte tetap menjadi kuliner wajib coba saat berkunjung ke Solo.
Sobat Holopis mau coba tida?

