Pihak Unismuh menyatakan keprihatinan mendalam atas peristiwa yang melukai dua mahasiswanya tersebut.
“Pihak keamanan kampus sudah berupaya membangun sistem deteksi dini terhadap potensi gesekan di lingkungan kampus. Namun, OTK yang menyerang diduga melancarkan aksinya secara terencana dan senyap,” ujar Hadi.
Ia menegaskan, kampus akan mendampingi korban serta menanggung seluruh biaya pengobatan.
“Kami juga memberikan dukungan moril dan psikologis agar mereka dapat kembali beraktivitas akademik dengan baik,” tambahnya.
Selain itu, Hadi meminta aparat kepolisian untuk menindaklanjuti kasus tersebut secara serius.
“Unismuh berharap tindakan teror di lingkungan kampus disikapi secara serius. Kami tidak ingin insiden semacam ini dibiarkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pihak kampus juga akan melakukan penelusuran internal.
“Apabila dalam rangkaian kejadian ini melibatkan mahasiswa Unismuh, baik secara pribadi maupun organisasi, pimpinan kampus akan mengambil tindakan tegas sesuai peraturan yang berlaku,” ungkapnya.
Hadi turut mengimbau seluruh civitas akademika untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi.
“Perkuliahan tetap berjalan seperti biasa. Kami minta semua pihak menjaga kondusivitas dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi,” kuncinya.
Sementara itu, Kapolsek Rappocini, Kompol Ismail, membenarkan adanya penyerangan tersebut. Ia menyebut, pelaku berjumlah sekitar 20 orang dengan wajah tertutup dan membawa senjata tajam.


