HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menteri ESDM (Energi Sumber Daya Mineral) Bahlil Lahadalia sempat berseloroh bahwa untuk mau menjadi menteri, harus memiliki mental yang kuat, salah satunya adalah harus siap untuk dicemooh orang lain.
“Kalau mau jadi menteri siapkan dulu untuk dicemooh orang,” kata Bahlil saat wawancara dengan salah satu media swasta seperti dikutip Holopis.com, Rabu (22/10/2025).
Kemudian, Ketua Umum DPP Partai Golkar ini pun menegaskan bahwa untuk menjadi menteri, tidak boleh selalu dibawa perasaan ketika mendapati cemo’ohan orang.
“Nggak boleh jadi menteri itu jangan baper,” ujarnya.
Namun belakangan ini, sejumlah kader organisasi sayap Partai Golkar mendatangi kantor polisi untuk melaporkan sejumlah akun media sosial, hal ini karena mengunggah konten editan foto Bahlil Lahadalia, dan sampai menjadi cemoohan banyak orang.
Salah satunya adalah kader DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI). Bersama dengan Wakil Ketua Umum DPP AMPI, Steven Izaac Risakotta, mereka melaporkan sejumlah akun media sosial ke Bareskrim Polri karena menguggah konten meme Bahlil.
“Kami ke sini tujuannya untuk melaporkan beberapa media yang mensertakan nama ketua umum kami,” ujar Wakil Ketua Umum DPP AMPI, Steven Izaac Risakotta, di Bareskrim Polri, Senin (20/10/2025).
Steven menyebut ada sekitar 30 akun yang dilaporkan, dengan bukti berupa tangkapan layar unggahan berisi hinaan terhadap Bahlil.
Salah satunya berasal dari akun (at)kementerianbakuhantam yang menampilkan foto Bahlil disertai tulisan “Pak Prabowo kapan si jelek ini di reshuffle.”
Ia menegaskan laporan tersebut bukan atas perintah Bahlil, melainkan inisiatif kader yang merasa terpanggil.
“Biar ada efek jera kepada akun-akun tersebut. Menyampaikan sesuatu di media harus objektif dan bijak,” tegasnya.


