Mulai 1 Juli 2026 BBM Biodiesel B50 Mulai Dijual, Tapi Belum Semua SPBU Punya

0 Shares

JAKARTA, Holopis.comBBM biodiesel B50 resmi mulai berlaku 1 Juli 2026. Namun, belum semua SPBU menjualnya karena pemerintah masih menjalankan masa transisi.

Pemerintah mulai memberlakukan penggunaan biodiesel B50 secara nasional pada Rabu, 1 Juli 2026.

Meski demikian, masyarakat belum dapat menemukan bahan bakar tersebut di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) karena proses distribusi dan penggantian stok masih berlangsung.

Penerapan B50 mengacu pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 yang mewajibkan pencampuran biodiesel sebesar 50 persen ke dalam minyak solar.

Regulasi tersebut ditandatangani Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, pada 17 Juni 2026 dan mulai berlaku efektif hari ini.

Pemerintah menetapkan masa transisi selama tiga bulan agar badan usaha penyalur bahan bakar dapat menyesuaikan proses pencampuran biodiesel sekaligus menghabiskan persediaan B40 yang masih berada di terminal BBM maupun SPBU.

- Advertisement -

Artinya, pada masa awal implementasi, masyarakat masih berpeluang memperoleh B40 di sejumlah SPBU.

Ketersediaan B50 akan bertambah secara bertahap seiring habisnya stok lama dan meningkatnya kapasitas pencampuran di setiap wilayah.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengatakan peluncuran resmi program B50 tetap akan dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto pada awal Juli, meskipun implementasi kebijakannya telah dimulai sejak 1 Juli.

“Implementasi B50 tetap sesuai jadwal akan diluncurkan Presiden Prabowo awal Juli,” kata Dwi.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan masa transisi diperlukan agar distribusi bahan bakar tidak terganggu.

Menurut Eniya, badan usaha diperbolehkan menghabiskan stok B40 sebelum seluruh distribusi beralih ke B50.

Selama periode tersebut, proses pencampuran biodiesel akan terus dilakukan sehingga kualitas bahan bakar yang dipasarkan meningkat secara bertahap menuju spesifikasi B50.

Ia menyebut PT Pertamina (Persero) sebagai penyalur terbesar menargetkan stok B40 dapat terserap dalam waktu sekitar dua bulan.

Selain Pertamina, terdapat puluhan badan usaha bahan bakar nabati yang juga terlibat dalam proses pencampuran biodiesel.

Pemerintah menargetkan seluruh jaringan SPBU di Indonesia sudah sepenuhnya menyalurkan B50 mulai 1 Oktober 2026, setelah masa transisi berakhir.

Di sisi lain, Kementerian ESDM mengingatkan badan usaha agar mematuhi jadwal implementasi yang telah ditetapkan.

Perusahaan yang tidak menjalankan kewajiban pencampuran biodiesel sesuai ketentuan dapat dikenai sanksi administratif.

Dengan skema tersebut, masyarakat tidak perlu khawatir apabila masih menemukan B40 di sejumlah SPBU dalam beberapa waktu ke depan.

Pemerintah memastikan proses peralihan dilakukan secara bertahap untuk menjaga kelancaran pasokan sekaligus memastikan kesiapan infrastruktur distribusi sebelum B50 tersedia secara penuh di seluruh Indonesia.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU