JAKARTA – Menteri Agama Prof Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto merasa senang dengan kehadiran para delegasi dari Gerakan Nurani Bangsa (GNB), di antaranya adalah Prof Quraish Shihab, Ny Sinta Nuriyah Wahid, Romo Franz Magnis-Suseno dan lain-lain dari lintas agama.
“Tadi bapak Presiden juga menyampaikan ini gayung bersambut ya, apa yang ada dalam nurani bangsa itu juga dalam nurani saya, kata bapak presiden,” kata Nasaruddin Umar saat konferensi pers usai menerima audiensi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (11/9/2025).
Jadi apa yang semua ingin disampaikan oleh Gerakan Nurani Bangsa justru itu pula yang sedang diatensi oleh Presiden. Sehingga pembicaraan antara kedua belah pihak justru terbangun hangat dan penuh kekeluargaan.
“Apa yang dirumuskan teman-teman ini justru itu yang sudah akan dilakukan oleh bapak Presiden terutama menyangkut masalah reformasi dalam bidang Kepolisian tadi,” ujarnya.
Apa yang ia saksikan langsung di Istana jelas merupakan pertemuan yang harmonis dan mendalam. Bagaimana Presiden Prabowo Subianto sangat merespons positif berbagai isi hati nurani para tokoh lintas agama tersebut.
“Jadi saya kira betul itu titik pertemuan dari itu pada hal yang sama, dan bapak Presiden sampaikan tadi ya alhamdulillah persis seperti itu juga yang diusulkan oleh teman-teman dari Gerakan Nurani Bangsa,” ucapnya.
“Terjadi penguatan dan persamaan pandangan antara bapak Presiden dengan kelompok Gerakan Nurani bahasa ya,” pungkas Nasaruddin Umar.
Dialog Delegasi Gerakan Nurani Bangsa dengan Presiden Prabowo
Dalam kesempatan yang sama, salah satu delegasi Gerakan Nurani Bangsa (GNB) Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan kabar gembira, bahwa Presiden Prabowo Subianto setuju dengan pembentuna Komisi Investigasi Independen untuk mengusut tuntas kasus kerusuhan yang terjadi akhir Agustus 2025 kemarin.
“Salah satu tuntutan masyarakat sipil yang juga menjadi aspirasi kami dari GNB adalah, perlunya dibentuk Komisi Investigasi Independen terkait dengan kejadian Agustus beberapa waktu yang lalu,” kata Lukman.


