JAKARTA – Keputusan politikus Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo atau akrab disapa Sara untuk mundur dari jabatannya sebagai anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra memicu gelombang apresiasi publik di platform media sosial.
Berbagai komentar positif netizen mengalir di platform X (dulunya Twitter), salah satunya netizen dengan nama akun @SBaigin yang menilai keputusan Sara mencerminkan standar moral dan intelektual yang tinggi, serta menunjukkan kebaikan personal di atas rata-rata.
“Luar biasa mbak Saraswati, standar intelektual nya tingkat tinggi, artinya beliau punya kebaikan personal diatas rata-rata, semoga sehat selalu. Berikan yg terbaik buat rakyat, posisi tak jaminan, kami yakin mbak punya lebih dari itu,” tulis akun tersebut, dikutip Holopis.com, Kamis (11/9).
Netizen lain menyoroti bahwa pengunduran diri tersebut adalah pelajaran berharga bagi para wakil rakyat lain. Mereka menilai ketulusan dan perjuangan Sara untuk rakyat di daerah pemilihannya layak dijadikan teladan, sekaligus pengingat agar anggota DPR benar-benar menjaga kehormatan jabatannya.
“Terimakasih untuk sgala ketulusan dan perjuangan untuk rakyat di dapilnya! Anda benar! Ini pelajaran untuk anggota dhewan umumnya dan khusus untuk sahroni nafa eko uya! Bagaimana seharusnya jadi anggota dhewan terhormat!” tulis netizen lainnya, dengan nama akun @pms_bf.
Tak sedikit juga yang menekankan bahwa tindakan Sara adalah contoh nyata moral responsibility. Mereka menyinggung bahwa ketika seorang pejabat publik melakukan hal yang menimbulkan kegaduhan di masyarakat, sudah seharusnya menunjukkan sikap ksatria dengan mengundurkan diri.
“Apapun itu, ponakan prabowo ini tlh memberi contoh yg baik, terhormat, termasuk kpd si pemain DOMINO @RajaJuliAntoni , bhw apabila seorang pejabat publik melakukan hal “TERCELA”, shg gaduh di masyarakat, maka ybs hrs menunjukkan “MORAL RESPONSIBILTY” dgn mengundurkan diri,” tulis @GandaWaras.
Sementara itu, warganet lain berharap budaya mundur seperti yang ditunjukkan Sara bisa berlanjut dan menjadi tradisi politik sehat. Menurut mereka, ini penting sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus kesadaran atas sikap maupun ucapan yang dianggap mencederai perasaan publik.
“Budaya mundur seperti ini semoga berkelanjutan, sebagai bentuk pertanggungjawaban dan kesadaran atas sikap dan ucapan yang telah dianggap mencederai perasaan publik,” tulis @Abu_waras.
Rahayu Saraswati Pilih Mundur Usai Omongan Dipelintir
Pengunduran diri Sara disampaikan langsung melalui sebuah video di akun Instagram pribadinya. Ia menegaskan bahwa keputusannya didasari rasa tanggung jawab moril atas pernyataannya dalam sebuah podcast yang kemudian viral dan dipelintir hingga menimbulkan kontroversi.
Sara menjelaskan bahwa dalam podcast tersebut dirinya sebenarnya ingin mendorong anak muda berani membuka lapangan kerja dan menjadi entrepreneur. Namun, potongan singkat berdurasi lebih dari dua menit disebarkan secara terpisah sehingga memicu kesalahpahaman publik.
“Cukup panjang sebenarnya 2 menit lebih yang dijadikan beberapa kalimat oleh pihak-pihak yang ingin menyulutkan api amarah masyarakat,” jelas keponakan Presiden Prabowo Subianto itu.
Meski demikian, Sara menegaskan bahwa dirinya tidak pernah bermaksud meremehkan perjuangan anak muda yang tengah menghadapi berbagai kesulitan. Ia secara terbuka meminta maaf kepada masyarakat atas ucapannya yang menimbulkan polemik.
“Tidak ada maksud maupun tujuan dari saya sama sekali untuk meremehkan bahkan merendahkan upaya dan usaha yang dilakukan oleh masyarakat terutama anak-anak muda,” tambahnya menjelaskan.
“Kesalahan sepenuhnya ada di saya. Oleh sebab itu melalui pesan ini saya ucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ungkapan dan kesalahan saya,” tegas Sara.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Sara berjanji mengembalikan seluruh dana negara yang masih menjadi amanahnya kepada rakyat di daerah pemilihannya. Dana itu akan ia salurkan dalam bentuk bantuan alat kesehatan, pelatihan kewirausahaan, hingga program pemberdayaan anak muda sampai benar-benar habis.
“Saya tetap berkomitmen untuk berjuang melawan perdagangan orang, pengelolaan sampah berkelanjutan, dan isu krisis iklim, termasuk energi terbarukan, pemberdayaan anak-anak muda Indonesia, dan keterwakilan perempuan melalui semua organisasi yang saya pimpin,” pungkasnya.
Fraksi Gerindra Hormati Keputusan
Langkah pengunduran diri Sara mendapat tanggapan resmi dari Fraksi Gerindra DPR RI. Sekretaris Fraksi, Bambang Haryadi, menegaskan bahwa partai menghormati keputusan tersebut dan akan memproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
“Fraksi Gerindra DPR menghormati pilihan tersebut dan akan memproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Sementara menunggu proses, maka Saudari Sara akan dinonaktifkan dari DPR,” jelas Bambang dalam keterangan tertulis, Rabu (10/9).
Bambang menjelaskan bahwa prosedur administratif terkait pengunduran diri Sara akan ditempuh melalui jalur resmi, termasuk koordinasi dengan DPP Partai Gerindra. Menurutnya, partai berkomitmen menjaga konsistensi kelembagaan dan memastikan seluruh proses sesuai aturan perundang-undangan.
“Kami akan memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai aturan. Fraksi Gerindra tetap konsisten menjaga komitmen kelembagaan dan ketentuan perundang-undangan,” imbuhnya.

