Bentrokan di Australia Akibat Aksi Protes Anti Imigrasi

0 Shares

JAKARTA – Polisi di kota Melbourne, Australia, telah menggunakan semprotan merica dan peluru pentungan setelah bentrokan hebat antara pengunjuk rasa yang menentang imigrasi dan demonstran tandingan. Polisi mengatakan bentrokan terjadi sebanyak beberapa kali.

“Bentrokan keras antara kedua kelompok meletus beberapa kali,” demikian disampaikan polisi setempat, dikutip Holopis.com, Selasa (2/9).

Kekerasan pada hari Minggu terjadi ketika ribuan orang berunjuk rasa di kota-kota besar di Australia, termasuk Sydney, Perth, Canberra dan Brisbane, untuk menuntut diakhirinya apa yang mereka sebut imigrasi massal.

Sementara itu, pemerintah Australia mengecam demonstrasi yang digelar dengan tajuk March for Australia tersebut sebagai aksi rasis. Sekitar 5.000 pengunjuk rasa, beberapa mengenakan bendera Australia, dan pengunjuk rasa tandingan muncul di Melbourne.

Pengunjuk Rasa Tandingan yang Lawan Aksi Demonstrasi Anti Imigrasi

Setelah ribuan orang turun ke jalanan dalam rangka memprotes imigrasi di Australia, demonstrasi tandingan pun muncul di Melbourne.

Jaringan tersebut mengatakan bentrokan keras antara kedua kelompok meletus beberapa kali, yang mendorong polisi untuk mengerahkan pasukan anti huru hara yang menggunakan semprotan merica dan tongkat untuk memisahkan kedua kelompok tersebut.

- Advertisement -

Di Sydney, polisi memperkirakan sekitar 5.000 hingga 8.000 orang bergabung dalam protes anti-imigrasi, sementara Koalisi Aksi Pengungsi, sebuah organisasi aktivis masyarakat, mengadakan unjuk rasa tandingan.

Demonstran March for Australia, Glenn Allchin, mengatakan bahwa mereka menginginkan adanya perlambatan dalam imigrasi di negara kangguru itu.

“Ini tentang negara kita yang penuh sesak dan pemerintah kita yang membawa semakin banyak orang. Anak-anak kita berjuang untuk mendapatkan rumah, rumah sakit kita – kita harus menunggu tujuh jam – jalan kita, kurangnya jalan,” katanya.

Sementara itu, para demonstran tandingan di Sydney membawa spanduk yang menunjukkan bahwa selain penduduk asli, sebagian besar penduduk Australia adalah imigran.

“Acara kami menunjukkan betapa besarnya rasa jijik dan marah terhadap agenda sayap kanan ekstrem dari March For Australia,” ujar juru bicara Koalisi Aksi Pengungsi dalam sebuah pernyataan.

Situasi Memanas dan Massa Saling Serang

Situasi memanas memaksa aparat mengerahkan pasukan anti huru-hara. Polisi menggunakan semprotan merica dan pentungan untuk memisahkan massa yang saling serang di jalanan. Setidaknya enam orang ditangkap atas tuduhan termasuk penyerangan, menurut laporan media setempat.

Unjuk rasa tersebut merupakan bagian dari aksi bertajuk March for Australia, yang digelar serentak di berbagai kota besar termasuk Sydney, Perth, Canberra, dan Brisbane. Para pengunjuk rasa menuntut diakhirinya imigrasi masal yang mereka nilai telah menjadi beban negara.

Sementara itu pemerintah Australia mengecam aksi ini, dan mengatakan bahwa demonstrasi ini diorganisir oleh Nazi.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU