JAKARTA – Host Upacara HUT RI ke-80 di Istana Merdeka mengenakan pakaian adat Mandailing dan suku-suku yang berasal dari Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Pakaian adat ini biasanya digunakan pada acara penting seperti pernikahan, pesta adat, hingga perayaan kenegaraan.
Host pria terlihat mengenakan Baju Godang berwarna putih dengan hiasan emas di dada, yang sebenarnya berbeda dari cara pemakaian tradisional di mana seharusnya wanita yang mengenakan hiasan di dada, sementara host wanita tampil dengan kebaya beludru merah.
Ini dia fakta-fakta pakaian adat Mandailing, yang termasuk kekayaan budaya Indonesia.
1. Ampu dan Bulang
Untuk laki-laki, penutup kepala disebut ampu, sedangkan perempuan mengenakan bulang. Menariknya, bulang yang asli terdiri dari lima tingkat, bukan tujuh seperti yang sering keliru ditampilkan dalam berbagai acara.
2. Warna dan Bentuk Pakaian
Warna pakaian adat Mandailing yang asli adalah hitam. Perempuan seharusnya mengenakan baju kurung, bukan kebaya. Hal ini menegaskan bahwa masyarakat Mandailing yang beragama Islam lebih mengutamakan busana yang sopan dan tidak menonjolkan bentuk tubuh.
3. Aksesori dan Perlengkapan
Baik laki-laki maupun perempuan mengenakan gelang besar di kedua lengan atas. Selain itu, terdapat keris yang dipasang menyilang di bagian depan pinggang sebagai simbol keberanian dan kehormatan.
4. Pakaian Laki-Laki
Laki-laki biasanya memakai beskap hitam berbordir emas, namun bisa juga diganti dengan jas hitam, hem, dan dasi. Jika menggunakan jas beskap, dasi tidak diperlukan. Di balik jas, tetap dipadukan dengan hem untuk tampilan yang rapi dan berwibawa.
5. Filosofi Pakaian
Pemilihan baju kurung bagi perempuan Mandailing memiliki dasar nilai religius. Sebagai masyarakat Islam, mereka lebih menekankan busana yang menutup aurat dan bersifat longgar, berbeda dengan kebaya yang memperlihatkan lekuk tubuh.



