Kementerian Ekraf Bantah Biayai Film Animasi Kontroversi Merah Putih One For All

0 Shares

JAKARTA – Kementerian Ekonomi Kreatif membantah telah membiayai film animasi Merah Putih One For All yang saat ini tengah menjadi kontroversi. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI Irene Umar membantah bahwa pihaknya telah membiayai film dan sebatas hanya memberikan audiensi serta masukan-masukan agar film itu menjadi lebih baik lagi.

“Saya sendiri menerima audiesi tim produksi film beberapa waktu yang lalu, dimana saya menyampaikan beberapa masukan dari saya, termasuk technical terkait cerita karakter looks, and feels,” kata Irene, dikutip Holopis.com, Senin (11/8).

Irene mengatakan bahwa audiensi untuk memberi masukan memang hal biasa yang ia lakukan agar bisa mendengar langsung dari pelaku industri. Ia mengatakan bawah semua pejuang ekonomi kreatif bebas berkarya selama mereka bisa memberikan dampak positif.

“Semua #PejuangEkraf itu bebas berkarya, selama memberi dampak positif,” lanjutnya.

Memantah Memberikan Bantuan Finansial

Kemudian, Irene mengatakan dengan blak-blakan bahwa pihak Kementerian Ekonomi Kreatif tidak memberikan uang untuk produksi film animasi itu. Irene juga mengatakan Kementerian Ekraf juga tidak memberikan fasilitas untuk promosi.

“Namun kami tidak memberikan bantuan finansial dan tidak memberikan fasilitas promosi,” kata Irene

- Advertisement -

Trailer film ini pun dipenuhi dengan komentar-komentar ejekan dari netizen yang menilai betapa buruknya animasi film ini. Seorang netizen mengatakan film ini lebih cocok diproduksi di tahun 1980an.

“Konon film ini diproduksi tahun 1980, sengaja disimpan untuk memperingati hari kemerdekaan ke-80,” kata @kasturya6927.

Kemudian ada juga netizen yang mengaku sebagai siswa animasi, dan menangis melihat hasil karya tersebut.

“Gue yang belajar animasi menangis meronta-ronta 40 kali keliling melihat ini,” kata @VenomBlink-j7g.

Ada juga netizen lainnya yang dengan lantang mengatakan bahwa film ini benar-benar tak layak ditayangkan di bioskop, dan cukup di Youtube saja.

“Kalau cuma ditayangin di Youtube sih nggak masalah, tapi ini dengan pedenya pengen ditayangin di bioskop. Pede boleh, tapi sadar diri juga njir, ini nggak layak buat ditonton di bioskop.

Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 14 Agustus 2025 mendatang menjelang ulang tahun Republik Indonesia yang ke-80 pada 17 Agustus mendatang. Bahkan ada promo harga tiket Rp17.000 bagi yang menonton pada 17 Agustus 2025.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU