JAKARTA – Influencer obat dan kesehatan, Valisa merespons adanya keramaian tentang pemberitaan adanya suplemen Blackmores yang telah memicu gangguan saraf bagi konsumennya. Ia mengatakan bahwa ada produk suplemen tersebut yang memiliki kandungan vitamin B6 tinggi.
“Kalau dicek di kemasannya memang tinggi vitamin B6 ya. Konsumsi vit B6 yang berlebihan memang bisa menyebabkan overdosis atau bersifat toxic,” kata Valisa seperti dikutip Holopis.com dari akun X pribadinya @valiisaa, Selasa (22/7/2025).
Valisa mengatakan bahwa konsumsi Vitamin B6 berlebih bisa berdampak tidak baik bagi kesehatan tubuh manusia. Apalagi banyak kasus neurotoksik yang terjadi akibat penggunaan Vitamin B6 berlebih.
“Efek samping pada sistem saraf pusat dan neuropati perifer dilaporkan pada penggunaan jangka panjang dan dosis yang tinggi. Efek samping lain yang pernah dilaporkan terkait konsumsi vitamin B6 adalah neuropati sensorik, nyeri kepala, gangguan fungsi hepar, mual-muntah, dan gangguan fungsi ginjal,” ujarnya.
Kandungan berlebih pada Vitamin B6 menurut Valisa berdasarkan pengalaman adalah 200 mg per hari. Bagi seseorang yang mengonsumsinya dalam jangka 30 hari, akan timbul reaksi pada tubuh yakni adiksi.
“Efek samping juga dapat ditemukan pada dosis ≥1 gram/hari,” sambung Valisa.
Lantas bagaimana kadar yang baik konsumsi Vitamin B6 bagi ibu hamil dan menyusui. Valisa berpendapat bahwa dosis yang aman adalah 2 mg per hari. Hal ini penting karena vitamin B6 sangat penting untuk tumbuh kembang otak si kecil.
“Pada ibu menyusui, penggunaan vitamin B6 direkomendasikan dengan dosis 2 mg/hari, karena perkembangan neurodevelopmental bayi membutuhkan vitamin B6,” tuturnya.
Pun demikian laporan terhadap adanya gangguan sistem saraf bagi pengguna suplemen Blackmores ada di Australia, namun di Indonesia belum ada laporan khusus keluhan atas penggunaan suplemen tersebut.


