Karhutla Masih Konsisten Landa Pulau Sumatera

0 Shares

JAKARTA – Bencana karhutla (kebakaran hutan dan lahan) hingga saat ini masih melanda sejumlah wilayah yang ada di Pulau Sumatera.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, bencana karhutla pertama terjadi di Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatra Barat, pada Selasa (15/7).

“Titik api berada di Nagari Andaleh, Kecamatan Luak. Luas lahan terbakar mencapai 3 hektar,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (17/7).

Abdul mengatakan bahwa api belum dapat dipadamkan seluruhnya. Kendati demikian BPBD telah mengerahkan personel dan kendaraan pemadam api ke lokasi terdampak.

Karhutla berikutnya diketahui juga terjadi di Kabupaten Toba, Provinsi Sumatra Utara. Api juga belum dapat dikendalikan sampai saat ini.

“Kondisi ini dilatarbelakangi akses terjal yang tidak dapat dilalui kendaraan pemadam api. Titik karhutla hanya dapat dijangkau dengan berjalan kaki,” ujarnya.

- Advertisement -

Di samping itu, pengambilan air untuk pemadaman mempersulit penanganan di lapangan. Kejadian ini berada di Desa Silalahi Pagar Batu, Kecamatan Balige.

“Luas lahan terdampak mencapai 4 hektar,” imbuhnya.

Karhutla juga terpantau di Provinsi Riau. Pada Selasa (15/7), BPBD provinsi mencatat ada penambahan luas terbakar sekitar 8 hektar.

Karhutla terjadi di Kepulauan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rohil, seluas 5 hektar. Sisanya teridentifikasi di Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis.

“Pemerintah daerah terus melakukan upaya penanganan pemadaman dan pendinginan titik api maupun titik panas,” tukasnya.

Bencana karhutla kemudian juga melanda Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara sejak Rabu (16/7) sore hari.

“Lahan seluas empat hektare ludes terbakar. BPBD Kabupaten Humbang Hasundutan bersama tim pemadam kebakaran setempat masih berupaya memadamkan api,” tuntasnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU